Banda Aceh – Atlet dance sport internasional Dodi Andreas memuji masyarakat Aceh yang sangat toleran dan saling menghargai antar sesama. Pria asal Kalimantan Tengah itu menemukan kedamaian saat berada di Serambi Makkah.
“Saya sangat kagum dengan keramahan dan toleransi masyarakat Aceh,” kata Dodi.
Dodi datang ke Aceh untuk menyemangati kontingen daerahnya bertanding pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI. Sementara cabor yang diikutinya dipertandingkan di Sumatera Utara.
Selama berada di Aceh, Dodi mengaku mendapatkan sambutan hangat dan perlakuan yang sangat baik dari masyarakat. Dia melihat warga Aceh sangat toleran dengan umat agama lain.
Dia berharap, Aceh dapat mempertahankan tradisi dan budayanya. Selain itu, warga Aceh juga diharapkan dapat terus menjaga toleransi.
“Saya berharap keberagaman yang ada di Indonesia dapat terus dirayakan melalui semangat kebersamaan dan toleransi,” jelasnya.
Selain toleransi, Dodi juga memuji kuliner Aceh yang menurutnya sangat enak. Dia sudah mencoba menikmati sajian mie Aceh.
“Begitu tiba di Aceh saya langsung mencari mie Aceh. Di sini kulinernya enak sekali,” kata Dodi.
Kepala Kanwil Kemenag Aceh Azhari mengatakan, kuliner yang dijajakan di Aceh dipastikan semuanya halal. Dia berharap atlet tidak ragu mencicipi berbagai masakan Aceh yang dijual di sekitar venue atau pusat kuliner.
“Kita dari Kementerian Agama sudah jauh-jauh hari mendorong seluruh UMKM supaya yang sifatnya produk makanan mengurus sertifikat halal untuk menjamin bahwa masyarakat atau tamu yang datang tidak ragu. Tapi perlu kami sampaikan bahwa semua makanan yang dijual di Aceh itu dijamin halal. Selamat menikmati kuliner-kuliner di Aceh, karena di Aceh hanya ada makanan yang enak dan enak sekali,” kata Azhari.
Menurut Azhari, Aceh dikenal dengan sebutan Serambi Makkah yang pelaksanaan syariat Islam tentu sangat kental bagi masyarakat. Namun masyarakat Aceh juga bersikap sangat toleran berlebih ketika ada tamu yang datang ke Aceh tetap dihargai dan dihormati meski berbeda agama.
“Kondisi Aceh yang begitu ramah, begitu adat-istiadatnya memuliakan tamu. Kemudian masyarakat Aceh sangat sopan, sangat moderat dalam hal menerima tamu dan menyesuaikan diri dengan perkembangan adat budaya,” kata Azhari.
“Dalam perhelatan PON ke-21 ini berbagai provinsi hadir, dari seluruh Indonesia tentu dengan ragam budaya, sikap, agama hadir di Aceh. Jadi masyarakat Aceh sangat memahami itu. Masyarakat Aceh sangat menerima tamu dengan berbagai etnis yang datang di Aceh,” lanjut Azhari. (*)
Advertorial.













