Oleh :Teguh ardiansyah
SEJARAH yang terlupakan Ada seorang Tokoh yang berasal dari Aceh Yaitu Teuku Muhammad Hasan adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang lahir pada tanggal 4 April 1906 di Sigli, Aceh. Beliau meninggal dunia pada tanggal 21 September 1997 di Jakarta. Beliau merupakan Gubernur Sumatra pertama setelah Indonesia merdeka dan juga menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1948 hingga tahun 1949.
Selain itu Dr. Mr. Teuku H. Moehammad hasan pernah menjadi wakil presiden darurat Republik Indonesia pada saat itu presiden indonesia adalah soekarno dan wakil presiden moehammad hatta di tangkap oleh belanda di jogja dan moehammad hatta membuat ellex untuk mengakat Prawira negara syafrudin dan wakil presiden darurat Republik indonesia Mr. Dr. Teuku H. Moehammad hasan waktu itu Moehammad hasan sedang menjabat gubernur sumatra.
Sayangnya sampai sekarang foto Mr. H. Syafrudin ini dengan Mr. Teuku H. Moehammad hasan tidak pernah di pasang di istana negara padahal Prawira negara Mr. syafrudin dan wakil presiden darurat Republik Indonesia Mr. Dr. Teuku H. Moehammad hasan Mereka adalah Resmi sebagai Presiden darurat Republik indonesia selama setahun pada massa Tahun 1949 hingga 1950 dan ini menjadi sejarah yang luar biasa bagi masyarakat aceh, orang aceh dan minang pernah menjadi Presiden dan menjadi wakil Presiden darurat Republik indonesia yang mesti nya dengan lapang dada memasang foto atau gambar pahlawan indonesia ini di istana negara menjabat wakil presiden darurat republik indonesia 1949-1950 supaya kita menghargai jasa Pahlawan.
Dan saya berharab kepada Presiden Terpilih Bapak prabowo mendukung meperkenalkan kembali Mr. Syafrudin dan Mr. Dr. Teuku H. moehammad hasan mencatat sebagai sejarah prawira negara dan wakil presiden Republik indonesia dan memasang foto sejarah di istana negara yang pernah Memimpin Negara ini yaitu Negara Republik indonesia. Selain pernah menjadi wakil presiden beliau juga Mendirikan Penguruan Tinggi di aceh yaitu Universitas serambi Mekkah. (*)
Penulis : Teguh ardiansyah
Dari prodi komunikasi penyiaran islam Fakultas agama islam Universitas serambi mekkah Banda Aceh.













