Banda Aceh — Aminullah Usman – Isnaini Husda resmi mendaftar sebagai pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota yang akan bertarung pada pemilihan walikota (Pilwalkot) Banda Aceh di Pilkada 2024.
Aminullah – Isnaini bersama rombongan tiba di Kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Banda Aceh sekitar pukul 11.35 WIB, Selasa (27/8/2024). Keduanya tampak mengenakan pakaian warna biru muda dan sarung songket batik warna biru. Selain itu, keduanya juga terlihat memakai kupiah meukeutop.
“Alhamdulillah hari ini tanggal 27 Agustus 2024, saya Aminullah dan pak Isnaini sebagai calon walikota dan wakil walikota 2024-2029 sudah selesai mendafra di KIP Banda Aceh yang di awali dengan deklarasi tadi pagi,” kata Aminullah.
mengungkapkan, sebagai mantan walikota Banda Aceh dirinya belum puas membangun Banda Aceh. Pasalnya saat menjabat pada periode 2019-2024 ia dihadapi dengan wabah Covid-19.
“Saya hanya praktis bekerja tahun 2019/2020. Sedangkan 2020/2022 kita lebih kepada kemanusiaan, menyelamatkan warga kita dari wabah Covid-19. Anggaran semua saat itu digunakan untuk kemanusiaan,” ungkapnya.
Aminullah mengaku, berpasangan dengan Isnaini Husda dirinya mampu membangun dan melanjutkan kepemimpinan menjadi lebih baik di Kota Banda Aceh.
“Saya merasa yakin dengan berpasangan bersama pak Isnaini kami akan bisa melanjutkan ke depan untuk memperbaiki yang sudah direncanakan, dengan prinsip baru kami Banda Aceh kota islami, gemilang, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua KIP Banda Aceh, Yusri Razali, mengatakan berkas pendaftaran Aminullah-Isnaini dinyatakan sudah lengkap.
“Tahapan yang selanjutnya adalah proses penelitian administrasi. Kemudian jika terdapat dokumen yang belum benar dan sah masih ada masa perbaikan,” ujarnya.
Kemudian, paslon akan diberikan surat rekomendasi proses pemeriksaan kesehatan di RSUDZA, yang kita jadwalkan di tanggal 31 Agustus sampai tanggal 2 September.
“Setelah tes kesehatan selesai kita lanjutkan dengan uji mampu baca Alquran di Masjid Agung Al-Makmur, Lampriet. Ada tiga lembaga yang menguji mampu baca Alquran ada MPU, Kemenag, dan lembaga LPTQ,” katanya. (*)













