Meulaboh – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat menuntaskan pembangunan trase baru pada ruas jalan penghubung Gampong Kubu Capang menuju Gampong Pasi Ara WT, Kecamatan Woyla Timur. Dengan selesainya pekerjaan tersebut, akses transportasi masyarakat kini kembali normal dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan aman.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Beni Hardi mengatakan pembangunan jalur baru dilakukan karena kondisi jalan lama yang berada di tepi sungai terus mengalami abrasi akibat gerusan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Woyla.
Menurut Beni, apabila jalur lama tetap dipertahankan, risiko amblas dan longsor akan terus mengancam keselamatan pengguna jalan. Karena itu, pemerintah daerah memutuskan membangun trase baru di atas bukit sepanjang sekitar 300 meter sebagai solusi jangka panjang.
“Jika tetap mempertahankan jalur lama yang berada di pinggir sungai, risiko amblas akan terus terjadi. Karena itu kami membangun trase jalan baru di atas bukit sepanjang 300 meter untuk memberikan akses yang lebih aman bagi masyarakat,” ujar Beni.
Dalam proses pengerjaan, Dinas PUPR Aceh Barat mengerahkan dua unit alat berat jenis excavator dan buldozer untuk memangkas ketinggian bukit hingga 4 sampai 6 meter. Langkah tersebut dilakukan guna menciptakan kemiringan jalan yang lebih stabil dan aman bagi kendaraan yang melintas.
Beni menjelaskan, setelah tim bekerja secara intensif selama beberapa hari, pembangunan trase baru tersebut telah selesai dan sudah dapat digunakan oleh masyarakat. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penimbunan material pada badan jalan guna meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
“Alhamdulillah, penanganan jalur trase baru ini telah selesai dan sudah bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat. Kami juga akan melakukan penimbunan material agar permukaan jalan lebih nyaman saat dilalui,” katanya.
Dengan rampungnya pembangunan trase baru di kawasan Gampong Pasi Ara WT, warga kini tidak lagi dihantui ancaman longsor maupun abrasi sungai yang selama ini mengganggu akses transportasi. Pemerintah berharap kehadiran jalur baru tersebut dapat memperlancar mobilitas masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Kecamatan Woyla Timur.













