DaerahHeadline

Karhutla Hanguskan 17 Hektare Lahan di Aceh Barat, Pemadaman Masih Berlangsung

×

Karhutla Hanguskan 17 Hektare Lahan di Aceh Barat, Pemadaman Masih Berlangsung

Share this article
Petugas BPBD Aceh Barat bersama TNI, Damkar, dan unsur terkait melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di salah satu titik terdampak di Kabupaten Aceh Barat, Sabtu (24/1/2026). Foto: (BPBA).

BANDA ACEH — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat sejak Kamis (15/1/2026). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), total luas lahan yang terbakar mencapai ±17 hektare, tersebar di beberapa kecamatan.

Kepala Pusat Data dan Operasi (Pusdalops) BPBA menyebutkan, karhutla terjadi di Kecamatan Johan Pahlawan, Woyla, dan Meureubo, dengan titik terdampak meliputi Gampong Lapang, Suak Raya, Suak Nie, Aron Baroh, Alue Peunyareng, serta Pasi Aceh Tunong.
“Total lahan yang terbakar mencapai sekitar 17 hektare. Hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa, pengungsi, maupun korban terdampak,” demikian laporan resmi BPBA dalam update Sabtu (24/1/2026) pukul 19.00 WIB.

Rincian luasan lahan terbakar meliputi Gampong Suak Raya ±7,5 hektare, Ujong Beurasok Gampong Lapang ±4,5 hektare, Suak Nie ±3 hektare, Alue Peunyareng ±1 hektare, serta masing-masing ±0,5 hektare di Aron Baroh dan Pasi Aceh Tunong.

Untuk menangani kejadian tersebut, BPBD Aceh Barat bersama unsur terkait langsung melakukan upaya pemadaman dan pengendalian sejak Jumat (16/1/2026). Tim Pusdalops dikerahkan ke lokasi dengan dukungan dua unit drone, kendaraan operasional, mesin pompa air, selang, dan ATV guna memantau serta memutus penjalaran api.

Pemadaman melibatkan berbagai pihak, di antaranya BPBD, TNI, Polri, KPH IV, Damkar, Manggala Agni, serta masyarakat setempat. Selain pemadaman, petugas juga melakukan pembagian masker kepada warga dan sejumlah sekolah untuk mengantisipasi dampak asap.

Hingga Sabtu malam, api dilaporkan berhasil dipadamkan di beberapa titik, di antaranya Aron Baroh, Alue Peunyareng, Ujong Beurasok, dan sebagian Suak Raya serta Suak Nie. Namun, penanganan masih terus dilakukan di sejumlah lokasi yang berpotensi merambat ke permukiman dan jalan raya.
“Saat ini kondisi masih dalam tahap pengendalian. Fokus pemadaman diarahkan pada Suak Raya dan Suak Nie untuk mencegah penjalaran api ke permukiman dan akses jalan,” Pungkasnya.

BPBA bersama BPBD kabupaten/kota terus melakukan monitoring di 23 kabupaten/kota se-Provinsi Aceh, seiring meningkatnya potensi karhutla akibat cuaca kering dan munculnya titik panas di sejumlah wilayah.(*)