BANDA ACEH — Masyarakat di wilayah Sumatera dan Pulau Jawa diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Hal ini menyusul munculnya bibit siklon baru yang terpantau mengarah ke wilayah Indonesia dan berpotensi mepengaruhi kondisi cuaca secara luas.
Informasi tersebut disampaikan melalui akun TikTok @Hobiraun pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Dalam penjelasannya, disebutkan bahwa wilayah Sumatera dan Jawa masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga hujan ekstrem di sejumlah daerah.
“Terpantau adanya bibit siklon baru yang bergerak ke arah Sumatera dan Jawa. Selain itu, di wilayah sekitar Aceh dan Pulau Kote juga terdeteksi bibit siklon lain yang diharapkan tidak berkembang atau menjauh dari Indonesia,” ujar pemilik akun tersebut.
Yang menjadi perhatian utama, lanjutnya, adalah potensi interaksi antara bibit siklon baru dengan Siklon IG yang saat ini berada pada kategori 1. Siklon IG sebelumnya diprediksi bergerak menjauh ke arah Australia, namun kemunculan bibit siklon baru diduga menyebabkan pergeseran arah dan kemungkinan terjadinya tarik-menarik sistem cuaca.
“Jika bibit siklon ini bertabrakan atau berinteraksi, ada kemungkinan sistemnya akan membesar, terutama diperkirakan terjadi sekitar akhir pekan, kemungkinan hari Minggu,” jelasnya.
Apabila kondisi tersebut terjadi, dampak tidak langsung diperkirakan akan dirasakan di wilayah pesisir Sumatera, mulai dari Sumatera Barat hingga Lampung, serta sejumlah wilayah di Jawa Barat. Dampak yang mungkin timbul antara lain gelombang tinggi, angin kencang, serta peningkatan potensi hujan sedang hingga hujan lebat.
Selain itu, efek siklon juga berpotensi menyedot awan hujan dari wilayah sekitarnya sehingga terjadi penumpukan awan yang dapat memicu cuaca ekstrem di beberapa daerah.
Wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan antara lain DKI Jakarta, Banten, Lampung, Bengkulu, Mukomuko, Sumatera Barat, serta kawasan pesisir lainnya.
“Mari kita tetap waspada dan berdoa semoga prediksi ini meleset dan seluruh masyarakat diberikan keselamatan,” tutupnya.
Hingga saat ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) belum mengonfirmasi secara resmi terkait penamaan dan perkembangan bibit siklon baru tersebut. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG.(*)













