BANDA ACEH – Rumah Amal Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala (USK) menyalurkan sebanyak 44 ekor hewan kurban pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah. Program kurban tahun ini menjangkau 12 desa di berbagai wilayah Aceh, termasuk sejumlah kawasan terdampak bencana, dengan total penerima manfaat mencapai 1.916 orang.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen USK dalam memperkuat nilai kepedulian sosial dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program-program kemanusiaan yang berkelanjutan.
Distribusi terbesar dilakukan di lingkungan kampus USK dengan total 852 paket daging kurban yang disalurkan kepada masyarakat sekitar, tenaga pendukung kampus, serta kelompok penerima manfaat lainnya.
Selain itu, penyaluran daging kurban juga menjangkau sejumlah daerah di Aceh. Di Kabupaten Pidie Jaya, Desa Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, menerima 107 paket daging kurban. Sementara di Kabupaten Bireuen, Desa Blang Panjoe, Kecamatan Kuta Blang, memperoleh 260 paket. Adapun Desa Jamat di Kabupaten Aceh Tengah menerima 131 paket daging kurban.
Di Kabupaten Aceh Tamiang, Rumah Amal USK menyalurkan bantuan dalam bentuk hewan kurban hidup. Masing-masing satu ekor hewan kurban diserahkan kepada masyarakat di Desa Air Tenang, Babussaadah, Babo Salam, dan Pengidam untuk disembelih dan didistribusikan secara langsung kepada warga setempat.
Untuk menjamin kualitas dan kehalalan proses penyembelihan, Rumah Amal USK melibatkan Juru Sembelih Halal (Juleha) serta Sentra Pelayanan Penyembelihan Hewan Qurban (SPPHQ) Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) USK. Dengan demikian, seluruh tahapan penyembelihan hingga distribusi dilaksanakan sesuai syariat Islam serta memenuhi standar kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Penyerahan hewan kurban dilakukan secara simbolis oleh Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., kepada perwakilan penerima manfaat dan pengurus Rumah Amal USK sebelum proses distribusi ke berbagai daerah dimulai.
Dalam sambutannya, Prof. Mirza menegaskan bahwa ibadah kurban tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga sarana mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
“Kurban mengajarkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi. Universitas Syiah Kuala berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan. Kami berharap distribusi kurban ini dapat memberikan kebahagiaan, terutama bagi warga di daerah terdampak bencana serta kelompok rentan yang membutuhkan perhatian bersama,” ujar Mirza.
Pada pelaksanaan tahun ini, Rumah Amal USK juga mengusung tema Green Qurban sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Inovasi yang diterapkan antara lain penggunaan daun jati sebagai pembungkus daging kurban dan tote bag yang dapat digunakan berulang kali sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya USK dalam mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dan pelestarian lingkungan ke dalam berbagai aktivitas sosial dan keagamaan.
Melalui program kurban ini, USK tidak hanya memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat, tetapi juga menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang aktif berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan dan pembangunan sosial di Aceh.(*)













