Beranda Headline Kemendikbudristek Apresiasi Raker USK, Tingkatkan Mutu Demi World Class University

Kemendikbudristek Apresiasi Raker USK, Tingkatkan Mutu Demi World Class University

Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan memberi sambutan pada acara penutupan Raker USK di Hotel Parkside, Aceh Tengah.Foto: Humas/USK.

Takengon – Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbudristek, Prof. Tjitjik Sri Tjahjandarie, Ph.D menyampaikan apresiasi atas Raker USK, guna menjalankan program tahun 2024. Raker tersebut berlangsung selama dua hari, 18-19 Agustus 2023 di Aceh Tengah.

Menurutnya, dalam menjalani proses transisi sebagai Perguruan Tinggi berstatus PTN-BH, mutu merupakan hal utama. “PTN-BH itu identik dengan mutu. Maka kinerja seluruh elemen hingga unit terkecil, harus berorientasi pada mutu,” kata Prof Tjitjik.

‘Penguatan Inovasi, Sinergi dan Transformasi USK Menuju World Class University’ sebagai tema Raker, dinilai tepat oleh Sekretaris Ditjen Kemendikbudristek. Menurutnya, leadership juga memegang peranan penting bagi sebuah Perguruan Tinggi dalam menapaki PTN-BH.

“Saya sepakat dengan tema raker USK. Tanpa itu, tidak akan mungkin berakselerasi menjadi world class university. Komitmen dan konsistensi merupakan aspek yang sangat diperlukan. Maka Raker ini, menjadi mekanisme pemimpin yang ada di USK, untuk mengoperasionalkan leadership ke dalam program kerja selama setahun kedepan,” jelasnya.

Sejauh ini, upaya USK dinilai berjalan cukup baik. Namun Prof Tjitjik mengingatkan, setiap unit di USK musti move on dari kebiasaan lama, sebagaimana saat USK masih PTN-BLU.

“Betul-betul harus memiliki komitmen tinggi dan konsisten sesuai sistem. Teruslah belajar untuk mewujudkan tata kelola bermutu lagi akuntabel. Dalam PTN-BH, keuangan harus benar-benar fit dan firm. Harus saling memiliki, sebagai wujud pengawasan serius dari internal,” tutur Prof Tjitjik.

Untuk itu, ia percaya USK bisa bertransformasi dengan baik sebagai bagian dari PTN-BH. Status tersebut, sengaja didorong oleh pemerintah bagi Perguruan Tinggi di Indonesia untuk dapat berbicara banyak di tingkat global. Prof Tjitjik menegaskan, selama ini telah terbukti, Perguruan Tinggi dari Indonesia yang masuk jajaran 500 top dunia, semuanya berstatus PTN-BH.

Salah satu kampus di Tanah Air, yang bisa dijadikan inspirasi bagi USK dalam upaya menjadi World Class University (WCU) adalah Universitas Airlangga. Prof Tjitjik menyampaikan, UNAIR tidak sampai lima tahun masuk jajaran WCU, dengan kenaikan peringkat per tahunnya sekitar 200 dan 100 peringkat.

“Kami percaya USK akan sukses bertransformasi sebagai Perguruan Tinggi PTN-BH, dan menjadi World Class University (WCU). Yang terpenting adanya road maps yang jelas lagi terukur,” bebernya.

Senada dengan itu, Majelis Wali Amanat (MWA) USK, Dr. Safrizal ZA, M.Si di momen yang sama, juga sepandangan, bahwa pentingnya planning agar USK bisa berada dalam jajaran WCU.

“Melalui dukungan keuangan, dan program terbaik lagi tertib, bisa membawa USK sebagai salah satu kampus PTN-BH terbaik di Indonesia. Karenanya, akuntabilitas menjadi keniscayaan untuk melahirkan pendidikan yang bermutu,” ucap Safrizal ZA.

Sejak terbentuknya MWA, Raker kali ini menjadi yang pertama bagi organ ini. Ia berharap, sinergitas semua pihak makin terajut lagi kompak, demi membawa USK makin maju.

“Mudah-mudahan semuanya lancar, penuh keakraban, visioner, berangkulan tangan, dan satu visi, demi suksesnya semua organ yang ada di USK,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam penutupan Raker, Sabtu malam, 19 Agustus 2023, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan menyampaikan terimakasih kepada semua pihak, yang telah all out menyusun, dan saling memberikan masukan terkait Rencana Kerja Tahunan (RKT).

“Mudah-mudahan dengan komitmen bersama, yang semula belum selaras, alhamdulillah sudah selaras. Memang tidak ada yang sempurna. Namun semua kita masih punya waktu kurang lebih dua minggu, untuk melakukan sejumlah revisi,” ucap Rektor.

Prof Marwan menambahkan, sejauh ini USK sudah menjalani proses transisi dari PTN-BLU ke PTN-BH kurang lebih setahun. Dirinya berharap, mulai Januari tahun 2024 sudah bisa dilaksanakan desentralisasi.

“Salah satu kunci pada tahapan berikutnya adalah pengawasan dari Kantor Audit Internal. USK akan terus berproses demi terwujudnya visi dan misi, dan tidak terlepas dari tema raker: Penguatan Inovasi, Sinergi dan Transformasi USK Menuju World Class University,” pungkas Prof Marwan. (*)