BeritaHeadline

Bupati Aceh Besar Apresiasi Pembangunan Sumur Bor Sucofindo untuk Masyarakat Lambleut

×

Bupati Aceh Besar Apresiasi Pembangunan Sumur Bor Sucofindo untuk Masyarakat Lambleut

Share this article
Bupati Aceh Besar, H Muharram Idris menyampaikan sambutan pada acara Peresmian Sumur Bor Air Bersih di Gampong Lambleut, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar, Selasa (02/06/2026). FOTO: (MC ACEH BESAR).

Aceh Besar — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70, PT SUCOFINDO (Persero) meresmikan sumur bor air bersih di Gampong Lambleut, Kecamatan Darul Kamal, Selasa (2/6/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif dalam memperluas akses air bersih bagi masyarakat.

Kegiatan bertema “Mengabdi, Jaga Air Bersih untuk Negeri” tersebut merupakan hasil kolaborasi antara SUCOFINDO bersama ABPEDNAS dan Kejaksaan RI dalam menghadirkan kebutuhan dasar air bersih di tingkat desa.

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) dalam sambutannya mengucapkan selamat ulang tahun ke-70 kepada PT SUCOFINDO. Ia berharap perusahaan tersebut terus berkembang, serta seluruh jajaran dan karyawannya senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan, dan perlindungan oleh Allah SWT.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada SUCOFINDO atas bantuan sumur bor ini untuk masyarakat Gampong Lambleut. Ini merupakan hadiah yang luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, dalam ajaran agama, sedekah air merupakan amalan yang sangat mulia karena manfaatnya terus mengalir bagi kehidupan. Ia berharap bantuan tersebut menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengisahkan teladan dari Sayyidina Utsman bin Affan yang mewakafkan sumur untuk kepentingan umat. Ia menilai, langkah SUCOFINDO membangun sumur bor memiliki nilai yang sejalan, karena manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat.

Muharram berharap program pembangunan sumur bor tidak hanya dilakukan dalam momentum peringatan hari ulang tahun, tetapi dapat terus berlanjut di masa mendatang.

Ia juga memaparkan kondisi geografis Aceh Besar yang memiliki wilayah luas, mencapai sekitar 3.000 kilometer persegi dengan 604 gampong. Sebagian besar masyarakatnya bergantung pada sektor pertanian, namun masih menghadapi persoalan ketersediaan air, terutama saat musim kemarau.

“Kami memiliki banyak sumber air seperti sungai, namun belum dikelola secara optimal karena belum adanya infrastruktur penampungan seperti waduk. Akibatnya, saat musim kemarau, masyarakat sering mengalami kekeringan,” jelasnya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa layanan air bersih melalui PDAM saat ini baru menjangkau sekitar 38 persen masyarakat. Sisanya masih menggunakan air yang kurang layak, yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

Untuk itu, ia berharap adanya dukungan berbagai pihak dalam pembangunan infrastruktur air berskala besar, seperti waduk, guna menjamin ketersediaan air di masa depan.

“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan semua pihak dalam membangun Aceh Besar demi kemaslahatan masyarakat,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Bupati mengingatkan masyarakat agar menjaga dan memanfaatkan fasilitas sumur bor tersebut dengan bijak, sehingga dapat digunakan secara berkelanjutan oleh seluruh warga.

“Jangan sampai menimbulkan konflik. Gunakan air ini dengan bijak, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian,” pungkasnya.

Komisaris Independen PT SUCOFINDO (Persero), Mahatma Gandhi, menyampaikan bahwa kehadiran Bupati Aceh Besar dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kehormatan besar bagi pihaknya. Ia juga mengungkapkan bahwa dari lima komisaris SUCOFINDO, empat di antaranya hadir langsung dalam acara tersebut, bersama jajaran direksi, termasuk Direktur Komersial Agus Permadi.

Menurutnya, program pembangunan sumur bor ini berawal dari inisiatif almarhum Keuchik Gampong Lambleut, Bahrunnazar, yang aktif mengajukan sejumlah proposal ke berbagai pihak. Dari sekian banyak proposal tersebut, salah satunya sampai ke SUCOFINDO dan mendapat respons positif.

“Air merupakan sumber kehidupan. Ketika kami menerima proposal tersebut dan mengetahui kondisi kualitas air di lokasi yang kurang layak konsumsi, kami tergerak untuk merealisasikan bantuan ini,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan almarhum Bahrunnazar, yang wafat beberapa hari setelah air dari sumur tersebut berhasil keluar. “Beliau adalah sosok yang menggagas program ini, namun belum sempat merasakan manfaatnya,” tambahnya.

Mahatma Gandhi menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan bagian dari program 70 sumur dalam rangka HUT ke-70 SUCOFINDO yang akan dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia, diawali dari Aceh. Ia menegaskan bahwa pemilihan lokasi dilakukan secara objektif berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Di akhir sambutannya, ia berpesan kepada masyarakat agar menjaga dan merawat fasilitas sumur bor tersebut sebagai amanah bersama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami berharap bantuan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan dapat dijaga dengan baik,” harapnya.

Sementara itu, Perwakilan ABPEDNAS, Teuku Fadli, menyampaikan salam dari Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Haji Indra Utama, yang berhalangan hadir. Ia menjelaskan bahwa program pembangunan sumur bor air bersih ini merupakan bagian dari gerakan nasional “Mengabdi, Jaga Air Bersih untuk Negeri” yang turut dikawal oleh ABPEDNAS bersama Kejaksaan RI.

Ia menegaskan, ABPEDNAS memiliki peran penting dalam mengawal program-program strategis pemerintah hingga ke tingkat desa. Dalam waktu dekat, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar serta seluruh kabupaten/kota di Aceh untuk memperkuat pengawasan tersebut.

“Di Aceh, Badan Permusyawaratan Desa dikenal dengan sebutan Tuha Peut. Ke depan, seluruh anggota Tuha Peut akan dilibatkan sebagai bagian dari ABPEDNAS dalam fungsi pengawasan program strategis nasional,” ujar Fadli.

Ia juga mengapresiasi kontribusi SUCOFINDO yang telah menghadirkan fasilitas air bersih di Gampong Lambleut. Menurutnya, kehadiran program ini diharapkan tidak hanya terbatas di Aceh Besar, tetapi dapat diperluas ke berbagai wilayah lain di Aceh.

“Kami berharap ke depan semakin banyak manfaat yang dapat diberikan SUCOFINDO bagi masyarakat Aceh secara luas,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komisaris PT SUCOFINDO Faisal Saimima, Zainal Abidin dan Wiwin Fitriana, Direktur Komersial Agus Permadi, Kepala Unit TJSL SUCOFINDO Nuri Hidayat, perwakilan Kejati Aceh, Kadis DPMG Aceh Besar Jakfar SP, M.Si, Kasi Intel Kejari Aceh Besar Filman Ramadhan, SH, MH, Camat Darul Kamal Husaini S.Pd.I, unsur Forkopimcam, Ketua Forum Keuchik Darul Kamal, perwakilan PDAM, serta tokoh dan masyarakat Gampong Lambleut.(*)