Beranda Aceh KWPSI Berbagi Meugang dengan Janda Wartawan dan Yatim

KWPSI Berbagi Meugang dengan Janda Wartawan dan Yatim

46
0
BERBAGI

BANDA ACEH –  Komunitas wartawan yang tergabung dalam Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) Aceh, melakukan rutinitas tahunan menjelang Ramadhan 1442 H. Rutinitas itu adalah berbagi daging meugang dan sembako untuk kaum janda wartawan dan anak yatim. “Alhamdulillah, tahun ini antusiasme teman teman wartawan dan relasi kami juga luar biasa. Terimakasih atas kebersamaan dan silaturrahmi yang terus terajut diantara kita,” demikian  kata Ketua KWPSI, Azhari ‘Ayah Cut’ yang juga Kepala Biro Antara Aceh , Minggu 11 April 2021.

Sama dengan tahun sebelumnya, meugang KWPSI tahun ini yang juga dipusatkan di Gampong Gla Kecamatan Krueng Barona Jaya itu juga diwarnai dengan khanduri Kuah Beulangong, racikan khas Din Keramik dkk.

Tampak hadir para ustad yang selama ini mengisi pengajian rutin mingguan KWPSI, serta relasi lainnya, seperti anggota DPR Aceh, Sulaiman SE yang ikut berkontribusi dalam acara berbagi KWPSI itu.

Sulaiman SE yang didapuk oleh rekan media untuk menyerahkan daging meugang serta sembako bagi para janda dan yatim wartawan dan warga sekitar Gla itu, juga menyatakan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. “Ini benar benar kegiatan yang penuh makna, selain untuk mempererat ukhuwah, juga memberikan rasa bahagia dan sama rasa dengan para kaum janda dan yatim di hari Meugang yang terasa sangat sakral bagi warga Aceh. Saluut untuk KWPSI, dan kami akan terus mendukung untuk kegiatan positif seperti ini,” kata Sulaiman SE.

Sedikitnya terdapat 100 tumpuk daging yang dibagikan juga kepada para donatur, dan kaum janda dan yatim. Khusus tahun ini juga diberikan sirup serta gula, sebagai bagian menghadapi Bulan Ramadhan. “Kita membagi habis semua amanah dari rekan wartawan dan rekasi kami. Panitia juga bersikap setransparan mungkin, karena ini menyangkut amanah dari teman teman dan relasi kami,” kata Azhari yang dalam kesempatan itu didampingi Bendahara Muna dan senior KWPSI, Tarmaizi Hamid atau Cek Midi.

Acara bagi daging meugang itu berakhir jelang siang setelah ditutup dengan khanduri makan siang bersama. (R)

BERBAGI