BANDA ACEH – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala (USK) kembali melaksanakan program USK Mengabdi 2026 yang berlangsung pada 8–21 Juli 2026 di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. Program bertema “Mengabdi untuk Pulih, Bergerak untuk Bangkit” ini menjadi wujud komitmen USK dalam menghadirkan mahasiswa sebagai agen perubahan yang berkontribusi langsung dalam pemulihan masyarakat pascabencana.
Rombongan mahasiswa dilepas oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH., di Banda Aceh, Rabu (8/7/2026).
Selama dua pekan, mahasiswa dari berbagai fakultas akan tinggal bersama masyarakat dan melaksanakan berbagai program pengabdian yang berfokus pada bidang kesehatan, pendidikan, penguatan ekonomi kreatif, mitigasi bencana, dan pelestarian lingkungan.
Dalam sambutannya, Rina Suryani Oktari mengatakan program USK Mengabdi merupakan ruang pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi di luar ruang kuliah.
Menurutnya, pengalaman di lapangan akan membentuk kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, kemampuan beradaptasi, pengambilan keputusan, serta menumbuhkan kepekaan sosial dan kemanusiaan.
“Inilah pembelajaran yang akan membentuk karakter dan profesionalisme mahasiswa di masa depan,” ujarnya.
Rina juga mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi etika, profesionalisme, serta menghormati masyarakat yang akan didampingi.
“Ingatlah bahwa masyarakat yang akan didampingi adalah penyintas bencana yang sedang berjuang memulihkan kehidupannya. Datanglah untuk membantu, mendengar, dan belajar, bukan untuk menambah beban mereka,” pesannya.
Ia menambahkan, kehadiran mahasiswa memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar menjalankan program kerja.
“Masyarakat yang terdampak bencana tidak hanya membutuhkan bantuan material, tetapi juga membutuhkan keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit ini sendirian. Kehadiran mahasiswa USK menjadi simbol solidaritas, empati, dan harapan bagi proses pemulihan mereka,” katanya.
Ketua BEM USK, M. Rudhi Anugrah, menjelaskan seluruh program kerja disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat agar memberikan manfaat nyata selama pelaksanaan pengabdian.
Di bidang kesehatan, mahasiswa akan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis, meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, dan asam urat, serta mengajak masyarakat mengikuti senam pagi untuk meningkatkan pola hidup sehat.
Pada sektor ekonomi kreatif, mahasiswa akan memberikan pelatihan literasi keuangan kepada pelaku UMKM, mendampingi pencatatan keuangan usaha, membantu pendaftaran lokasi usaha di Google Maps, serta mengadakan pelatihan kerajinan tangan bagi anak-anak.
Sementara di bidang pendidikan dan kebudayaan, mahasiswa akan memberikan edukasi mengenai kesehatan mental, pengembangan keterampilan sosial anak, perlindungan anak, serta pendidikan seksual dasar melalui permainan edukatif dan diskusi interaktif.
Di bidang mitigasi bencana, mahasiswa bersama masyarakat akan melakukan penanaman pohon konservasi, pemasangan papan jalur evakuasi, serta gotong royong untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Adapun pada bidang lingkungan, kegiatan difokuskan pada pembuatan teknologi filtrasi air sederhana, penghijauan, pemanfaatan lahan kosong menjadi area produktif, serta penanaman berbagai jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan pascabencana.
Kepala Subdirektorat Kemahasiswaan USK, Enzus Tinianus, S.H., M.H., mengingatkan seluruh mahasiswa agar menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat.
“Dalam melakukan kegiatan di tempat pengabdian, kita harus menjadi solusi, bukan menjadi masalah. Kita harus dapat mengurangi beban masyarakat, jangan sampai kita menjadi beban,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa setiap mahasiswa merupakan representasi USK di tengah masyarakat.
“Kalian adalah duta USK. Perkenalkan USK melalui sikap, perilaku, dan karya terbaik sehingga masyarakat, khususnya generasi muda di daerah, semakin mengenal USK dan termotivasi untuk melanjutkan pendidikan di USK,” pungkasnya.(*)












