BANDA ACEH – Sebanyak 175 calon Bintara Polri mengikuti Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap II dalam rangka seleksi penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 di Gedung Presisi Polda Aceh, Senin (8/6/2026).
Ratusan peserta tersebut terdiri atas 160 pria dan 15 wanita yang telah dinyatakan memenuhi syarat pada tahapan seleksi sebelumnya. Pemeriksaan kesehatan tahap II menjadi salah satu tahapan krusial dalam proses rekrutmen untuk memastikan setiap peserta memiliki kondisi fisik dan kesehatan yang sesuai dengan standar yang dipersyaratkan oleh institusi Polri.
Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan tersebut mendapat perhatian langsung dari Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., yang hadir meninjau jalannya kegiatan didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, serta panitia seleksi.
Kehadiran pimpinan Polda Aceh di lokasi seleksi menjadi bentuk komitmen untuk memastikan seluruh rangkaian penerimaan anggota Polri berjalan secara profesional, transparan, dan bebas dari praktik-praktik yang dapat mencederai integritas proses seleksi.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa pemeriksaan kesehatan tahap II berlangsung tertib dan lancar sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
“Seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan berjalan dengan baik dan lancar. Dalam proses penerimaan anggota Polri, Polda Aceh senantiasa berpedoman pada prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis atau BETAH, sehingga setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama dan dinilai secara objektif berdasarkan kemampuan serta kelayakan masing-masing,” ujarnya.
Menurut Joko, pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan kelayakan peserta untuk melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya. Sebab, tugas kepolisian menuntut kondisi fisik yang prima, daya tahan yang baik, serta kesiapan mental dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Kesehatan fisik dan mental merupakan modal utama bagi setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh dan profesional untuk memastikan kualitas calon personel yang akan direkrut,” katanya.
Ia menambahkan, proses seleksi penerimaan Bintara Polri tidak hanya bertujuan mencari peserta yang memenuhi syarat administratif, tetapi juga menyeleksi calon-calon anggota Polri yang memiliki kualitas terbaik, integritas tinggi, serta kesiapan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.
Melalui rangkaian seleksi yang ketat dan objektif, Polda Aceh berharap dapat melahirkan sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, berkarakter, serta mampu menjawab tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks di masa depan.
“Penerimaan anggota Polri merupakan investasi jangka panjang dalam membangun institusi yang semakin presisi. Karena itu, setiap tahapan seleksi dilaksanakan secara cermat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkas Joko.(*)













