BeritaHeadline

Komandan Guskamla Koarmada I Dorong Penguatan Keamanan Maritim Regional melalui Forum Internasional di Singapura

×

Komandan Guskamla Koarmada I Dorong Penguatan Keamanan Maritim Regional melalui Forum Internasional di Singapura

Share this article
Laksamana Pertama TNI Dedi Komarudin bersama para panelis dari Indonesia, Singapura, Inggris, dan Fiji saat sesi dialog membahas penguatan Maritime Domain Awareness (MDA), implementasi UNCLOS 1982, serta kerja sama internasional dalam menjaga stabilitas keamanan maritim kawasan. Foto: (Humas Lanal Sabang).

Sabang – Komandan Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Dedi Komarudin, S.H., M.Tr.Opsla., M.Sos., menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama keamanan maritim regional melalui partisipasinya sebagai panelis pada Senior Commander Dialogue (SCD) dalam rangka Regional MARSEC Practitioner Programme (RMPP) ke-14 yang berlangsung di MOEC Changi C2 Center, Naval Base, Singapura, pada 24 Juli 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh otoritas maritim Singapura tersebut dihadiri para pemimpin Angkatan Laut, Coast Guard, praktisi keamanan maritim, akademisi, serta pemangku kepentingan dari berbagai negara. Forum ini menjadi salah satu agenda strategis yang mempertemukan para pengambil kebijakan dan praktisi keamanan laut untuk membahas perkembangan situasi keamanan maritim, sekaligus memperkuat koordinasi dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks di kawasan.

Keikutsertaan Komandan Guskamla Koarmada I sebagai panelis menunjukkan kepercayaan komunitas internasional terhadap peran aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan laut, khususnya di kawasan Asia Tenggara dan Indo-Pasifik. Dalam forum tersebut, Indonesia turut menyampaikan berbagai pengalaman dan praktik terbaik dalam pengamanan wilayah perairan nasional melalui sinergi antarlembaga dan kerja sama dengan negara-negara sahabat.

Komandan Guskamla Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Dedi Komarudin, mengatakan tantangan keamanan maritim saat ini tidak lagi dapat dihadapi secara sendiri-sendiri. Berbagai ancaman seperti penyelundupan, perompakan, penangkapan ikan ilegal (illegal fishing), perdagangan manusia, terorisme maritim, hingga gangguan terhadap jalur pelayaran internasional membutuhkan respons yang terintegrasi dan kolaboratif.

“Penguatan kerja sama dan komunikasi antarlembaga akan mendukung terciptanya kawasan maritim yang aman, stabil, dan kondusif,” ujar Laksamana Pertama TNI Dedi Komarudin, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, kerja sama internasional tidak hanya penting dalam aspek pertukaran informasi, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas personel, latihan bersama, koordinasi patroli, serta pengembangan teknologi pengawasan maritim yang mampu mendeteksi potensi ancaman sejak dini.

Dalam sesi dialog, para panelis yang berasal dari Indonesia, Singapura, Inggris, dan Fiji membahas berbagai isu strategis terkait keamanan laut. Salah satu topik utama yang mendapat perhatian adalah penguatan Maritime Domain Awareness (MDA), yaitu kemampuan suatu negara untuk memahami secara menyeluruh aktivitas yang terjadi di wilayah maritimnya melalui pemanfaatan sistem informasi, teknologi pemantauan, dan pertukaran data secara real time.

Para panelis sepakat bahwa peningkatan Maritime Domain Awareness merupakan fondasi penting dalam memperkuat efektivitas pengawasan laut sekaligus meningkatkan kemampuan negara-negara di kawasan dalam merespons berbagai ancaman secara cepat dan tepat.

Selain itu, forum juga menegaskan pentingnya implementasi United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982 sebagai landasan hukum internasional dalam pengelolaan ruang maritim. Penerapan UNCLOS secara konsisten dinilai menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga ketertiban hukum di laut, melindungi hak-hak negara pantai, sekaligus menjamin kebebasan pelayaran yang aman bagi masyarakat internasional.

“Implementasi UNCLOS 1982 dan peningkatan kerja sama operasional antarnegara menjadi elemen penting dalam menjaga keamanan jalur pelayaran serta mendukung stabilitas kawasan. Sinergi yang kuat di antara negara-negara maritim akan memperkuat kemampuan bersama dalam menghadapi tantangan yang bersifat lintas batas,” tegas Dedi Komarudin.

Lebih lanjut, forum juga membahas pentingnya perlindungan terhadap infrastruktur bawah laut yang kini menjadi salah satu aset strategis dunia. Infrastruktur seperti kabel komunikasi bawah laut, jaringan internet internasional, dan pipa energi memiliki peran vital dalam mendukung aktivitas ekonomi global sehingga memerlukan sistem perlindungan yang semakin kuat di tengah meningkatnya berbagai ancaman keamanan.

Para peserta juga menyoroti pentingnya membangun kepercayaan (confidence building measures) antarnegara melalui dialog rutin, pertukaran informasi intelijen maritim, peningkatan interoperabilitas antarangkatan laut, serta pelaksanaan latihan bersama secara berkala. Langkah tersebut dinilai mampu memperkuat kesiapsiagaan kolektif dalam menghadapi berbagai potensi krisis di kawasan.

Partisipasi Indonesia dalam forum internasional ini sekaligus mempertegas komitmen TNI Angkatan Laut, khususnya Koarmada I melalui Guskamla Koarmada I, dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk memperkuat diplomasi pertahanan dan keamanan maritim. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi strategis pada jalur pelayaran internasional sehingga stabilitas keamanan laut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional maupun kawasan.

Keikutsertaan Komandan Guskamla Koarmada I pada Regional MARSEC Practitioner Programme ke-14 diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam kerja sama keamanan maritim internasional. Melalui kolaborasi yang erat dengan negara-negara sahabat, Indonesia terus berupaya mendorong terciptanya kawasan maritim yang aman, damai, stabil, dan berkelanjutan demi mendukung kelancaran perdagangan global serta menjaga kepentingan bersama di kawasan Indo-Pasifik.(*)

Keterangan Foto:

Foto 1: Komandan Guskamla Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Dedi Komarudin, S.H., M.Tr.Opsla., M.Sos., menjadi panelis pada Senior Commander Dialogue (SCD) dalam rangka Regional MARSEC Practitioner Programme (RMPP) ke-14 di MOEC Changi C2 Center, Naval Base, Singapura, membahas penguatan kerja sama dan keamanan maritim regional.(*)