Jakarta — Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial (FBIS) Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) melaksanakan evaluasi kinerja pembelajaran seluruh dosen melalui kegiatan Refleksi Akhir Semester sebagai upaya mendorong transformasi mutu pendidikan tinggi dan penguatan sumber daya manusia (SDM) unggul Indonesia.
Kegiatan yang digelar secara daring melalui Google Meet tersebut diikuti oleh dosen FBIS bersama para Ketua Program Studi, meliputi Manajemen, Akuntansi, Ilmu Komunikasi, dan Sastra Inggris.
Forum refleksi diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars UNDIRA, serta ditutup dengan Bagimu Negeri sebagai simbol komitmen kebangsaan dalam membangun masa depan pendidikan.
Dekan FBIS UNDIRA, Caturida Meiwanto Doktoralina, menegaskan bahwa refleksi akhir semester bukan sekadar agenda rutin, melainkan forum strategis untuk membedah capaian pembelajaran secara objektif sekaligus memetakan area yang perlu diperkuat.
“Refleksi bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan strategi penguatan kualitas sumber daya akademik untuk melahirkan lulusan unggul dan berdaya saing nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, refleksi semester merupakan bagian penting dari sistem penjaminan mutu internal fakultas. Evaluasi pembelajaran diposisikan sebagai instrumen pembinaan profesional dosen sekaligus penggerak budaya akademik yang adaptif dan berorientasi masa depan.
Kegiatan diawali dengan pengantar dari fasilitator Novida Irawan yang menekankan pentingnya budaya kritis serta akuntabilitas kinerja dosen sebagai fondasi mutu pendidikan tinggi. Selanjutnya, jajaran pimpinan universitas memaparkan kinerja akademik sebagai dasar evaluasi institusional berbasis data dan berkelanjutan.
Wakil Rektor Bidang Akademik Margono Sugeng mengajak seluruh dosen menjadikan refleksi sebagai momentum memperkuat dedikasi dalam menjalankan amanah pendidikan.
“Proses pengajaran tidak hanya memindahkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan masa depan generasi bangsa,” katanya.
Senada dengan itu, Direktur Akademik Magito menyebut refleksi sebagai implementasi nyata prinsip continuous quality improvement. Menurutnya, setiap pembenahan akademik merupakan investasi mutu yang berdampak langsung terhadap kepuasan mahasiswa serta terciptanya iklim perkuliahan yang kondusif.
Melalui forum tersebut, dosen FBIS bersama pimpinan program studi memperkuat komitmen kolektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kompetensi tenaga pengajar, serta menyelaraskan kinerja akademik dengan standar nasional pendidikan tinggi.
Sebagai penutup, Dekan FBIS menegaskan bahwa Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa (EDOM) akan menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian kinerja dosen sekaligus instrumen perbaikan berkelanjutan guna memastikan setiap proses pembelajaran menghasilkan output dan outcome akademik yang unggul. Jika diperlukan, langkah pembinaan juga akan dilakukan sesuai peraturan karyawan dan regulasi pendidikan tinggi yang berlaku.(*)













