Aceh Tamiang — Tanggul Sungai Iyu dilaporkan jebol akibat derasnya arus air yang terjadi pada Senin 5 Januari 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Jebolnya tanggul tersebut kembali memicu kekhawatiran warga terhadap potensi banjir susulan di Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang.
Tanggul yang jebol berada di wilayah Kampung Masjid Bendahara. Berdasarkan pantauan warga, arus air di lokasi sangat deras dan membawa kayu-kayu besar hanyut, sehingga dinilai berbahaya karna air sudah naik selutut orang dewasa.
“Airnya sangat deras kali, kak. Ini gara-gara tanggul yang jebol. Kayu-kayu besar juga hanyut, seram kami lihatnya,” ujar diki salah seorang warga Kampung Masjid Bendahara.
Diki menyebutkan, sebagian wilayah seperti Seruai, Rantau Pakam, dan Teluk Halban masih terpantau aman. Namun, warga mengkhawatirkan kiriman air akan mengarah ke daerah Kenangkung, mengingat kondisi tanggul di wilayah tersebut juga dilaporkan rusak.
“Pekan Seruai masih aman, Rantau Pakam aman. Tapi kalau kiriman air datang, kemungkinan besar Kenangkung yang kena, karena bentengnya juga jebol,” kata warga lainnya.
Sejumlah rumah warga di Kampung Masjid sebelumnya sempat terendam banjir. Bahkan, warga mengaku membutuhkan waktu hingga empat hari untuk membersihkan rumah dari lumpur dan sisa material banjir.
“Sudah empat hari kami bersih-bersih rumah, baru siap, eh sekarang datang lagi air,” ungkap diki dengan nada cemas.
Diki juga mengkhawatirkan banjir dapat meluas hingga ke fasilitas umum, termasuk sekolah, apabila debit air Sungai Iyu terus meningkat. Hingga kini, kondisi arus di sekitar lokasi tanggul jebol masih sangat kuat, sehingga warga belum berani mendekat ke area tersebut.
Masyarakat Kampung Masjid Bendahara berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan penanganan darurat serta perbaikan tanggul Sungai Iyu guna mencegah banjir yang lebih luas dan berulang.(*)












