BeritaHeadline

Gle Paro Leupung Surga Durian Premium Aceh Besar, Musang King Siap Panen Juli 2026

×

Gle Paro Leupung Surga Durian Premium Aceh Besar, Musang King Siap Panen Juli 2026

Share this article
Pengunjung berfoto di antara buah durian premium yang menggantung lebat di Kebun Durian Gle Paro, Kecamatan Leupung, Aceh Besar, Sabtu (13/6/2026). Foto: (Sadhali/Suara Aceh).

ACEH BESAR – Hamparan kebun durian premium di kawasan Gle Paro, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Buah-buah durian jenis Montong, Bawor, dan Musang King tampak menggantung lebat di batang pohon yang sebagian besar telah berusia sekitar 16 tahun.

Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 13.30 WIB, perjalanan menuju kebun durian milik Suhaimi dimulai dari kawasan Samahani. Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus menempuh jalan berbatu dan licin sejauh sekitar 500 meter dari jalan utama. Meski akses menuju kebun membutuhkan kehati-hatian, pemandangan yang tersaji setibanya di lokasi seakan membayar seluruh perjalanan.

Di tengah kawasan perbukitan Gle Paro, puluhan pohon durian premium terlihat subur dan dipenuhi buah yang diperkirakan akan jatuh atau siap panen dalam waktu sekitar satu bulan ke depan.

Pemilik kebun, Bustami, mengatakan saat ini terdapat sekitar 50 batang durian premium yang telah berbuah. Menurutnya, membangun kebun durian hingga mencapai kondisi seperti sekarang bukanlah perkara mudah. Berbagai tantangan harus dihadapi selama bertahun-tahun, mulai dari perawatan tanaman hingga kondisi cuaca.

“Rata-rata pohon durian di sini sudah berumur 16 tahun dan sudah berbuah. Perjuangannya cukup panjang, tetapi alhamdulillah sekarang hasilnya mulai terlihat,” ujar Bustami.

Ia menyebutkan, hingga saat ini belum banyak kebun di kawasan pegunungan Gle Paro yang menanam durian premium dalam jumlah besar seperti yang dilakukannya. Karena itu, ketersediaan durian premium di wilayah tersebut masih tergolong terbatas.

Untuk harga, durian jenis Montong dijual sekitar Rp80 ribu per kilogram, Bawor Rp120 ribu per kilogram, sedangkan Musang King mencapai Rp250 ribu per kilogram. Harga per buah bahkan bisa mencapai Rp300 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung ukuran dan berat buah.

Tingginya kualitas buah membuat permintaan pasar terus meningkat. Dalam beberapa tahun terakhir, Bustami mengaku kerap kesulitan memenuhi pesanan pelanggan karena produksi yang tersedia tidak sebanding dengan tingginya permintaan.

Melihat potensi pasar yang menjanjikan, Bustami mengajak masyarakat sekitar untuk mulai mengembangkan budidaya durian premium sebagai peluang usaha jangka panjang yang menguntungkan.

“Permintaan terus ada, bahkan sering tidak mampu kami penuhi. Karena itu saya berharap masyarakat juga ikut menanam durian premium agar potensi ekonomi ini bisa dirasakan lebih luas,” katanya.

Bagi para pecinta durian, kebun durian premium di Gle Paro dapat menjadi salah satu destinasi menarik untuk menikmati sensasi durian berkualitas tinggi langsung dari kebunnya. Jika sesuai perkiraan, musim panen dan durian jatuh akan mulai berlangsung pada pertengahan Juli 2026.(*)