BANDA ACEH – Proses seleksi penerimaan anggota Polri melalui jalur Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 di Polda Aceh memasuki tahapan Tes Psikologi dan Pemeriksaan Mental Kepribadian (PMK). Kegiatan tersebut berlangsung di SMA Negeri 4 Banda Aceh, Senin (15/6/2026), dan mendapat pemantauan langsung dari Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M.
Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Aceh didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, tim pengawas, serta panitia penerimaan. Kehadiran pimpinan di lokasi seleksi menjadi bentuk komitmen Polda Aceh dalam memastikan seluruh rangkaian penerimaan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, transparan, dan bebas dari praktik penyimpangan.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa tes psikologi dan PMK diikuti oleh 11 peserta yang terdiri atas 10 calon taruna dan satu calon taruni.
“Tes psikologi dan PMK merupakan salah satu tahapan penting dalam seleksi penerimaan Akpol. Pada tahap ini, kemampuan psikologis, karakter, serta aspek kepribadian peserta diuji untuk memastikan mereka memenuhi kriteria yang dibutuhkan sebagai calon perwira Polri,” ujar Joko.
Menurutnya, setiap peserta diberikan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Hasil seleksi sepenuhnya ditentukan berdasarkan kompetensi dan capaian masing-masing peserta sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Seleksi ini mengedepankan kemampuan dan kompetensi peserta. Mereka yang memenuhi persyaratan dan standar yang ditentukan akan melanjutkan ke tahapan berikutnya,” katanya.
Joko menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan anggota Polri di Polda Aceh dilaksanakan dengan berpedoman pada prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH). Prinsip tersebut menjadi landasan utama dalam mewujudkan proses seleksi yang objektif, profesional, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menambahkan, penerapan prinsip BETAH tidak hanya bertujuan menjaga kualitas proses seleksi, tetapi juga untuk memastikan Polri mendapatkan calon-calon perwira terbaik yang memiliki integritas, kompetensi, dan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas.
“Melalui proses seleksi yang bersih dan transparan, diharapkan akan lahir calon-calon perwira Polri yang berkualitas, berintegritas, serta siap mengemban tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” pungkasnya.(*)













