DaerahHeadline

Gangguan Listrik Pascabanjir, Distribusi Air PDAM Tirta Mountala Terkendala

×

Gangguan Listrik Pascabanjir, Distribusi Air PDAM Tirta Mountala Terkendala

Share this article
Jajaran manajemen PDAM Tirta Mountala Aceh Besar memberikan keterangan kepada wartawan saat konferensi pers terkait dampak bencana banjir terhadap pelayanan air bersih di Kabupaten Aceh Besar, di Aula Kantor PDAM Tirta Mountala, Jumat (19/12/2025). Foto: (Suara Aceh).

Aceh Besar – Pelayanan air bersih kepada pelanggan PDAM Tirta Mountala Aceh Besar masih mengalami gangguan pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Besar. Gangguan tersebut terutama disebabkan keterbatasan daya listrik serta kerusakan pompa pada beberapa unit produksi, khususnya di wilayah pelayanan terjauh.

Direktur Utama PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, Ir. Sulaiman, M.Si, mengatakan saat ini jumlah pelanggan PDAM mencapai sekitar 53 ribu sambungan rumah. Dari jumlah tersebut, hampir 22 ribu pelanggan berada di kawasan Siron. Sementara wilayah pelayanan terjauh meliputi daerah Kaju hingga Ke Lhoknga, yang sangat bergantung pada ketersediaan energi listrik untuk menggerakkan pompa distribusi.

“Daerah-daerah yang paling jauh memang sangat membutuhkan energi. Saat ini kemampuan daya listrik belum sepenuhnya mampu mendukung operasional pompa, sehingga pelayanan di ujung jaringan belum bisa normal,” ujar Sulaiman, Jumat (19/12/2025).

Ia menjelaskan, selama terjadi pemadaman listrik, PDAM hanya mengandalkan genset dengan kapasitas terbatas. Kondisi tersebut membuat pelayanan air menjadi tidak stabil, terlebih ketika listrik padam dalam waktu lama.

“Kalau listrik hidup-mati, pelayanan kami ikut terganggu. Genset hanya mampu menopang operasional dalam waktu tertentu. Jika harus beroperasi terus-menerus, itu menjadi kendala besar bagi kami,” jelasnya.

Selain persoalan energi, banjir juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah unit pompa. Bahkan, terdapat pompa yang mengalami kerusakan berat hingga hangus karena tidak mampu beroperasi dengan beban daya yang tersedia. Proses perbaikan pompa membutuhkan waktu antara dua hingga tiga hari, sementara salah satu unit baru dapat kembali beroperasi normal sekitar sepekan lalu.

Meski demikian, Sulaiman menyebutkan bahwa saat ini seluruh unit produksi secara bertahap telah kembali dioperasikan sesuai dengan kapasitas daya yang ada. PDAM terus melakukan pemantauan serta pengaturan distribusi air agar pelayanan tetap berjalan optimal.

“Sekitar 75 hingga 80 persen wilayah pelayanan masih dapat kami suplai air. Namun memang masih ada wilayah di ujung jaringan yang belum mendapatkan air secara normal selama 24 jam. Biasanya aliran air baru tersedia pada malam hari,” katanya.

Ia juga menjelaskan, sebagian pelanggan masih memperoleh pasokan air karena pipa distribusi dalam kondisi penuh, sehingga aliran dapat berjalan secara gravitasi. Namun, ketika listrik kembali normal dan pemakaian meningkat, tekanan air di ujung jaringan otomatis menurun.

Atas kondisi tersebut, PDAM Tirta Mountala menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan, khususnya masyarakat Aceh Besar yang terdampak gangguan layanan air bersih, termasuk dampaknya terhadap aktivitas ekonomi dan pendidikan.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami sudah berupaya semaksimal mungkin di tengah kondisi bencana. Kami juga berharap dukungan dan partisipasi masyarakat, termasuk dalam menjaga kewajiban pembayaran, agar operasional dan pelayanan PDAM dapat terus berjalan,” pungkas Sulaiman.

PDAM Tirta Mountala menargetkan pelayanan air bersih akan kembali normal secara bertahap seiring stabilnya pasokan listrik dan selesainya perbaikan seluruh unit pompa yang terdampak banjir.(*)