Aceh Besar – Operasional pelayanan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mountala Aceh Besar terdampak signifikan akibat bencana banjir yang melanda wilayah Aceh Besar, khususnya di kawasan Siron. Banjir menyebabkan sejumlah instalasi vital, termasuk sumur dan rumah pompa, terendam sehingga operasional tidak dapat berjalan normal.
Direktur Teknis PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, Salman, ST, menjelaskan bahwa Siron merupakan wilayah yang paling terdampak karena menjadi salah satu pusat sumber air baku milik pemerintah daerah. Saat banjir terjadi, hampir seluruh fasilitas teknis di lokasi tersebut tergenang.
“Pada saat banjir, seluruh sumur dan instalasi kami di Siron terendam. Kondisi itu membuat operasional harus dihentikan sementara demi keamanan peralatan,” ujar Salman, Jumat (19/12/2025).
Ia menyebutkan, upaya menghidupkan kembali instalasi sempat dilakukan, namun kondisi sungai yang masih berarus deras dan tidak stabil membuat proses pemulihan harus dilakukan secara bertahap. Meski demikian, Salman memastikan tidak ada kerusakan berat pada peralatan inti.
“Alhamdulillah, semua aset vital bisa kita selamatkan. Tidak ada kerusakan parah, hanya beberapa kabel dan komponen pendukung yang perlu diperbaiki,” katanya.
Sementara itu, Direktur Umum PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, Devid Zainal, SE, menambahkan bahwa operasional PDAM saat ini sangat bergantung pada ketersediaan daya listrik. Selama masa bencana, pasokan listrik dari PLN kerap mengalami gangguan, sehingga PDAM harus mengandalkan genset.
“Genset yang kami miliki sebenarnya hanya untuk kondisi darurat jangka pendek. Saat listrik padam dalam waktu lama, tidak semua wilayah layanan bisa ter-cover secara maksimal,” jelas Devid.
Ia mengungkapkan, selama masa bencana sejak 27 November hingga pertengahan Desember 2025, PDAM Tirta Mountala telah menghabiskan sekitar 36 hingga 37 ton atau setara 36 ribu liter bahan bakar minyak (BBM) industri untuk mengoperasikan genset.
“Dalam kondisi normal, genset hanya digunakan satu hingga dua jam. Namun selama hampir 15 hari masa bencana, genset harus beroperasi hingga 8 jam secara bergilir agar pelayanan air tetap berjalan meski tidak maksimal,” ujarnya.
Manajemen PDAM memastikan saat ini seluruh sumber daya terus dioptimalkan. Seiring mulai stabilnya kondisi sungai dan pasokan listrik, pelayanan air bersih secara bertahap akan kembali normal, meskipun beberapa wilayah ujung jaringan masih membutuhkan waktu untuk pulih sepenuhnya.
“Kami mohon pengertian masyarakat. Pelayanan akan terus kami tingkatkan seiring kondisi lapangan yang semakin membaik,” Pungkas Devid.(*)













