Banda Aceh – Curah hujan tinggi yang terus mengguyur Aceh dalam beberapa hari terakhir memicu banjir meluas di 14 kabupaten/kota. Data terbaru Pusdalops BPBA per Kamis (27/11/2025) pukul 06.17 WIB mencatat sedikitnya 27.568 kepala keluarga atau 97.384 jiwa terdampak langsung, sementara total warga yang terpapar dampak bencana mencapai 131.174 jiwa. Dari jumlah tersebut, 4.826 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi-lokasi penampungan.
Ratusan desa masih tergenang, terutama di wilayah Aceh Timur, Pidie Jaya, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Selatan, dan Aceh Singkil. Air di sejumlah titik dilaporkan belum surut hingga Kamis pagi, demikian laporan resmi BPBA.
Pidie Jaya menjadi daerah dengan dampak banjir tertinggi, dengan 6.019 KK atau 21.499 jiwa terdampak dan 2.149 jiwa mengungsi. Genangan merata di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, sementara beberapa kawasan di Panteraja dan Ulim juga masih digenangi air.
Aceh Timur menyusul dengan 7.672 KK atau 28.706 jiwa terdampak dan 920 jiwa mengungsi. Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan kerusakan lima unit rumah, termasuk dua rusak berat. Peureulak Barat, Indra Makmu, Darul Ihsan, Darul Aman, Julok, dan Idi Tunong menjadi wilayah paling parah.
Di Aceh Utara, 8.208 KK atau 34.699 jiwa terdampak dan 6.318 jiwa harus mengungsi. Genangan dengan ketinggian 30–80 sentimeter masih bertahan di Baktiya Barat, Baktiya, Tanah Jambo Aye, Lhoksukon, Tanah Pasir, dan Nibong.
Bireuen turut mencatat banjir cukup luas, dengan 6.579 KK atau 25.872 jiwa terdampak dan 3.469 jiwa mengungsi. Ketinggian air mencapai 70–100 sentimeter di Peusangan, Jeunib, Jangka, Kutablang, dan Simpang Mamplam.
Di Aceh Selatan, 858 KK atau 3.106 jiwa terdampak dan 1.182 jiwa mengungsi. Banjir masih merendam sejumlah titik di Kluet Selatan, Kluet Timur, Kluet Tengah, dan Labuhan Haji, meski beberapa lokasi mulai menunjukkan penurunan debit air.
Wilayah Lain Juga Melaporkan Genangan
Kota Subulussalam: 45 KK/179 jiwa terdampak, 24 mengungsi
Simeulue: 100 KK/337 jiwa terdampak, 25 mengungsi
Aceh Singkil: 6.579 jiwa terdampak, air 50–90 sentimeter
Aceh Barat: 181 KK/245 jiwa terdampak, genangan hingga 150 sentimeter
Nagan Raya: 77 KK/245 jiwa terdampak
Aceh Jaya: beberapa desa terdampak, sebagian mulai surut
Kota Langsa: 159 KK/420 jiwa terdampak, 159 mengungsi
Kota Lhokseumawe: 100 KK terdampak dan mengungsi di tiga kecamatan
Secara keseluruhan, BPBA mencatat kerusakan sementara berupa satu rumah rusak berat, satu rusak sedang, empat rusak ringan, serta dua titik lahan terdampak.
Plt Kepala Pelaksana BPBA, Edmi Rifwansyah, memastikan BPBD kabupaten/kota telah melakukan evakuasi warga, asesmen lapangan, dan penyaluran logistik darurat.
“Fokus kami saat ini adalah penanganan pengungsi, distribusi bantuan, dan pemantauan daerah dengan potensi banjir susulan. Kondisi masih dinamis, dan masyarakat diminta tetap waspada,” ujar Edmi, Kamis (27/11/2025).
Ia mengimbau warga di bantaran sungai, dataran rendah, serta wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kesiapsiagaan, mengingat potensi hujan intensitas tinggi masih diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
BPBA juga membuka akses informasi darurat dan meminta masyarakat segera melapor apabila membutuhkan bantuan evakuasi.(*)













