ACEH BESAR – Ketua DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh Besar, Rahmat Aulia, menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan zaman yang semakin cepat, terutama di tengah perkembangan teknologi digital.
Hal tersebut disampaikan Rahmat saat menjadi pemateri dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepemudaan 2026 yang digelar Ikatan Pemuda Aceh Besar (IPAR) bersinergi dengan KNPI Aceh Besar di Barika, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang digelar menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) 2026 itu diikuti puluhan peserta terpilih dari berbagai unsur organisasi kepemudaan (OKP), mahasiswa, serta perwakilan pemuda gampong dari berbagai wilayah di Kabupaten Aceh Besar.
Dalam pemaparannya, Rahmat menyampaikan bahwa organisasi kepemudaan dan mahasiswa harus menjadi ruang pembelajaran sekaligus tempat menempa diri untuk melahirkan calon-calon pemimpin masa depan yang mampu membawa kemajuan bagi daerah.
“Organisasi harus menjadi wadah bagi kita sebagai tempat belajar menempa diri, melahirkan benih kepemimpinan masa depan,” kata Rahmat.
Anggota DPRK Aceh Besar itu juga mengingatkan bahwa pemimpin muda harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta tantangan yang terus berkembang. Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu modal penting bagi pemimpin organisasi agar tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kita sebagai pemimpin organisasi di era digital harus adaptif terhadap perubahan dunia yang sangat cepat,” ujarnya.
Rahmat berharap, melalui kegiatan diklat tersebut, para peserta dapat memperkuat kapasitas diri, meningkatkan kemampuan berorganisasi, serta membangun pola pikir terbuka terhadap berbagai perubahan.
Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya menjadi bagian dari organisasi, tetapi juga harus mampu mengambil peran, melahirkan gagasan, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda bagi KNPI Aceh Besar, lanjutnya, bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat semangat persatuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menyiapkan generasi muda yang memiliki karakter dan jiwa kepemimpinan.
Melalui Diklat Kepemudaan 2026, IPAR bersama KNPI Aceh Besar berharap lahir generasi pemimpin muda yang tangguh, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta siap mengambil bagian dalam mewujudkan kemajuan Kabupaten Aceh Besar.(*)













