ACEH BESAR – Menyambut Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 yang diperingati pada 28 Oktober 2026, Ikatan Pemuda Aceh Besar (IPAR) berkolaborasi dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Aceh Besar menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepemudaan 2026 di Barika, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta terpilih dari berbagai unsur organisasi kepemudaan (OKP), mahasiswa, hingga perwakilan pemuda gampong dari berbagai wilayah di Kabupaten Aceh Besar. Diklat ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk meningkatkan kapasitas diri, memperkuat jiwa kepemimpinan, serta membangun kolaborasi dalam menjawab tantangan pembangunan daerah.
Diklat Kepemudaan 2026 dirancang untuk membekali peserta dengan berbagai keterampilan yang dibutuhkan di era modern. Materi yang diberikan meliputi kepemimpinan, *public speaking*, manajemen organisasi, kepemimpinan digital, kewirausahaan pemuda, hingga aksi sosial kemasyarakatan.
Ketua Umum IPAR, Fata Muhammad, mengatakan peringatan Sumpah Pemuda harus menjadi momentum bagi generasi muda untuk memperkuat komitmen dan menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 perlu diterjemahkan dalam bentuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kapasitas organisasi, serta keterlibatan aktif pemuda dalam pembangunan daerah.
“Sumpah Pemuda bukan sekadar momentum sejarah yang diperingati secara seremonial setiap tahun. Melalui diklat ini, kita ingin memastikan anak-anak muda Aceh Besar memiliki mental kepemimpinan yang tangguh, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan siap berkontribusi langsung bagi pembangunan daerah,” ujar Fata saat membuka kegiatan.
Ia berharap, melalui pelatihan tersebut, para peserta mampu mengembangkan potensi diri, memperluas jaringan antarpemuda, serta melahirkan gagasan dan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPD II KNPI Aceh Besar, Rahmat Aulia, menekankan pentingnya kolaborasi antarorganisasi kepemudaan untuk mendorong perubahan positif di tengah masyarakat.
Anggota DPRK Aceh Besar itu menilai, pemuda memiliki peran strategis sebagai penerus kepemimpinan bangsa. Karena itu, organisasi kepemudaan harus menjadi ruang pembelajaran, pengembangan karakter, dan penguatan kemampuan dalam melahirkan solusi atas berbagai persoalan di daerah.
“Melalui sinergi KNPI dan IPAR, kami ingin menciptakan ruang tumbuh yang positif bagi pemuda Aceh Besar. Kita ingin melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang tidak hanya pintar berwacana, tetapi juga kaya akan solusi nyata,” tegas Rahmat.
Ia juga berharap sinergi antarlembaga kepemudaan dapat terus diperkuat, sehingga potensi generasi muda Aceh Besar dapat berkembang secara optimal dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Melalui Diklat Kepemudaan 2026, IPAR dan KNPI Aceh Besar berkomitmen mendorong lahirnya generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, inovatif, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika sosial.
Momentum HSP ke-98 diharapkan tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah perjuangan pemuda Indonesia, tetapi juga menjadi penggerak bagi generasi muda Aceh Besar untuk memperkuat persatuan, membangun kolaborasi, dan mengambil peran nyata dalam memajukan daerah.(*)













