BANDA ACEH – Dunia pers Aceh kembali berduka. Jurnalis senior sekaligus Pemimpin Redaksi Mingguan Kabar Aceh, Dedi Rahman, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Kepergian Dedi Rahman meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para jurnalis di Aceh. Lebih dari dua dekade, almarhum mengabdikan hidupnya di dunia jurnalistik dan menjadi bagian dari perjalanan panjang pers Aceh.
Dedi Rahman lahir pada 1969 dan mulai menekuni profesi wartawan sejak 1998. Kiprahnya dimulai ketika Aceh masih berada dalam suasana konflik. Dalam kondisi yang penuh tantangan tersebut, Dedi tetap menjalankan tugas jurnalistik dengan turun langsung ke berbagai daerah untuk merekam peristiwa dan kehidupan masyarakat Aceh.
Perjalanan tersebut membuat almarhum mengalami secara langsung berbagai fase penting Aceh, mulai dari masa konflik, proses perdamaian, hingga kehidupan masyarakat di era damai.
Sepanjang perjalanan jurnalistiknya, Dedi Rahman pernah bergabung dengan sejumlah media, di antaranya Koran Peristiwa, Koran Aceh Post, Bukit Barisan, Harian Rajapost, hingga Mingguan Berita Rajapost.
Dalam beberapa tahun terakhir, almarhum dipercaya memimpin redaksi Mingguan Kabar Aceh. Posisi tersebut menjadi bagian dari pengabdiannya dalam menjaga keberlangsungan pers dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Bagi rekan-rekan seprofesinya, Dedi bukan hanya dikenal sebagai wartawan yang aktif di ruang redaksi. Ia merupakan jurnalis lapangan yang terbiasa berhadapan dengan berbagai situasi dan tantangan dalam menjalankan tugas.
Pada masa konflik Aceh, profesi wartawan memiliki risiko yang tidak ringan. Tekanan, ancaman, serta situasi keamanan menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi para jurnalis ketika menjalankan tugas.
Dedi menjadi salah satu wartawan yang tetap bertahan dan menjalankan profesinya di tengah kondisi tersebut.
Selain menjalani profesi jurnalistik, Dedi Rahman juga aktif dalam organisasi pers. Almarhum pernah dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh.
Dalam perjalanan kepengurusan SPS Aceh yang turut melibatkan Dedi Rahman, organisasi tersebut berhasil menorehkan prestasi dengan dua kali meraih penghargaan sebagai SPS Terbaik.
Prestasi tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan organisasi pers Aceh. Peran Dedi sebagai sekretaris turut menjadi bagian dari dinamika dan kerja organisasi dalam memperkuat eksistensi perusahaan pers serta membangun kebersamaan di kalangan insan pers.
Karena itu, jejak Dedi Rahman tidak hanya tercatat melalui karya-karyanya sebagai wartawan, tetapi juga melalui pengabdiannya dalam organisasi pers.
Salah seorang jurnalis yang pernah bersama Dedi dalam menjalankan tugas peliputan, Mohsa El Ramadan, CEO KBA.ONE, mengenang almarhum sebagai sosok wartawan yang baik dan berdedikasi.
“Di ingatan saya, Dedi itu wartawan yang baik dan berdedikasi. Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya,” kata Mohsa El Ramadan, Senin (7/9/2026).
Di kalangan wartawan Aceh, Dedi dikenal sebagai sosok yang santun, mudah bergaul dan memiliki pertemanan yang luas. Sikap bersahabat serta canda yang kerap dilontarkannya membuat almarhum mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Puluhan tahun berkecimpung di dunia pers juga membuat Dedi memiliki banyak sahabat dari berbagai generasi wartawan. Hubungan tersebut tidak hanya terjalin dengan sesama jurnalis, tetapi juga dengan berbagai kalangan yang ditemuinya selama menjalankan tugas.
Kepergian Dedi menjadi kehilangan bagi dunia pers Aceh. Sebagian besar hidupnya telah ia dedikasikan untuk profesi jurnalistik, baik sebagai wartawan lapangan, pengelola media maupun bagian dari organisasi pers.
Almarhum meninggalkan seorang istri, Dewi, serta tiga orang putra-putri.
Bagi insan pers Aceh, Dedi Rahman bukan sekadar nama yang tercatat dalam perjalanan panjang jurnalistik. Ia adalah bagian dari generasi wartawan yang melewati masa-masa sulit, menyaksikan perubahan besar Aceh, dan tetap mengabdikan diri untuk dunia pers hingga akhir hayatnya.
Kini, perjalanan panjang itu telah berakhir.
Selamat jalan, Dedi Rahman.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, memberikan cahaya dan kedamaian di alam barzah, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.(*)
(Sumber: KBA.ONE)













