BANDA ACEH — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Aceh Besar terus memperkuat langkah konsolidasi demokrasi dengan menggandeng berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan akademisi, dalam upaya meningkatkan kualitas pengawasan pemilu yang lebih partisipatif dan demokratis.
Komitmen tersebut mengemuka dalam agenda diskusi konsolidasi demokrasi yang berlangsung di salah satu warung kopi legendaris di Banda Aceh, Warkop Solong Pango, Rabu (20/5/2026) malam.
Meski cuaca kurang bersahabat dengan gerimis dan angin kencang yang menyelimuti Kota Banda Aceh, suasana tersebut tidak mengurangi semangat diskusi yang berlangsung hangat dan penuh gagasan konstruktif.
Pertemuan tersebut menghadirkan anggota Bawaslu Aceh Besar Safriadi Ibrahim bersama Dekan Fakultas Hukum Universitas Abulyatama (UNAYA), Dr. Siti Rahmah, S.H., M.Kn., untuk membahas berbagai evaluasi serta masukan terhadap pelaksanaan Pemilu 2024 sebagai bagian dari persiapan menuju pemilu yang lebih baik di masa mendatang.
Diskusi tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu Aceh Besar untuk menyerap pandangan akademisi terkait pelaksanaan pengawasan pemilu sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun demokrasi yang sehat.
Dalam pertemuan itu, Dr. Siti Rahmah menekankan pentingnya pelibatan lebih luas kalangan akademisi dan mahasiswa dalam tugas-tugas pengawasan pemilu, khususnya melalui pendekatan pengawasan partisipatif.
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kualitas demokrasi dan meningkatkan kesadaran politik generasi muda.
“Pihak kampus, khususnya Fakultas Hukum Universitas Abulyatama, siap terlibat dan mendukung Bawaslu Aceh Besar dalam tugas-tugas pengawasan,” ujar Siti Rahmah.
Ia juga berharap adanya pembaruan kerja sama antara Bawaslu Aceh Besar dengan Universitas Abulyatama maupun Fakultas Hukum UNAYA dalam rangka memperkuat sinergi menghadapi berbagai tahapan pemilu di masa mendatang.
Menurutnya, kolaborasi yang terbangun tidak hanya dapat mendukung pengawasan pemilu, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran politik yang sehat bagi mahasiswa.
Menanggapi hal tersebut, anggota Bawaslu Aceh Besar Safriadi Ibrahim menyampaikan apresiasi atas dukungan dan komitmen yang disampaikan pihak Fakultas Hukum UNAYA.
Safriadi menegaskan bahwa Bawaslu Aceh Besar terbuka untuk memperkuat kemitraan strategis bersama perguruan tinggi sebagai bagian dari penguatan demokrasi berbasis partisipasi masyarakat.
“Insya Allah Bawaslu Aceh Besar siap menjalin kemitraan lebih erat dengan Fakultas Hukum UNAYA serta turut terlibat dalam memberikan pendidikan politik bagi mahasiswa,” kata Safriadi.
Menurutnya, pendidikan politik yang baik dan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi elemen penting dalam menciptakan pemilu yang berkualitas, berintegritas, serta mampu memperkuat demokrasi di tingkat daerah maupun nasional.
Ia Berharap Melalui konsolidasi demokrasi tersebut, dapat membangun kolaborasi yang semakin kuat dengan berbagai pihak guna menghadirkan proses demokrasi yang lebih inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan pada pelaksanaan pemilu di masa mendatang.(*)













