BeritaHeadline

Kak Na: Pasar Murah Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Daya Beli Masyarakat Jelang Idul Adha

×

Kak Na: Pasar Murah Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Daya Beli Masyarakat Jelang Idul Adha

Share this article
Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, meninjau pelaksanaan Pasar Murah yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, di Halaman kantor Camat Peukan Bada, Kamis (21/5/2026). Foto: (Humas Aceh).

BANDA ACEH – Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir atau yang akrab disapa Kak Na, menegaskan bahwa program Pasar Murah menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Aceh dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, meningkatkan daya beli masyarakat, sekaligus menekan laju inflasi menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Hal tersebut disampaikan Kak Na usai meninjau pelaksanaan Pasar Murah yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh di Halaman Masjid Jami’ Lueng Bata, Banda Aceh, serta sejumlah titik lainnya di berbagai wilayah Aceh, Kamis (21/5/2026).

“Pasar Murah digelar oleh Pemerintah Aceh untuk menjaga stabilitas harga dan meningkatkan daya beli masyarakat. Jika dua faktor ini mampu kita jaga, maka secara bersamaan kita mampu menekan inflasi,” ujar Kak Na.

Menurutnya, menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Fitri maupun Idul Adha, harga sejumlah kebutuhan pokok umumnya mengalami peningkatan akibat tingginya permintaan masyarakat.

Kak Na menjelaskan, lonjakan harga bukan semata-mata dipicu perilaku pedagang, namun juga dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat yang tengah mempersiapkan kebutuhan hari raya.

“Kenaikan harga jelang hari raya bukan semata karena ada oknum pedagang nakal, tetapi memang stok barang kebutuhan pokok terbatas, sementara permintaan meningkat karena masyarakat sedang melakukan persiapan menyambut hari raya,” jelasnya.

Dalam kunjungannya, Kak Na juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga yang memanfaatkan program Pasar Murah. Ia mengaku mendapat banyak respons positif dari masyarakat karena kegiatan tersebut dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan harga yang lebih terjangkau.

“Sejumlah masyarakat yang saya temui tadi mengaku senang dengan kegiatan ini karena mereka bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibanding harga pasar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, T Adi Darma, menjelaskan bahwa pelaksanaan Pasar Murah tahun ini dilaksanakan secara serentak di seluruh 23 kabupaten dan kota di Aceh.

Dalam pelaksanaannya, Disperindag Aceh bekerja sama dengan Bulog Divre Aceh menyediakan sejumlah kebutuhan pokok seperti beras premium, gula pasir, minyak goreng, dan telur ayam dengan harga subsidi.

“Kita menggelar Pasar Murah ini serentak di 23 kabupaten dan kota. Hanya dengan Rp203 ribu, masyarakat sudah bisa menebus satu sak beras premium 10 kilogram, dua kilogram gula pasir, dua liter minyak goreng, dan satu papan telur ayam,” ujar Adi Darma.

Usai meninjau Pasar Murah di kawasan Lueng Bata, Kak Na bersama Kepala Disperindag Aceh melanjutkan kunjungan ke Kantor Camat Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.

Di lokasi tersebut, Kak Na yang turut didampingi Ketua TP PKK Aceh Besar Rita Maya Sari kembali meninjau proses pelaksanaan Pasar Murah sekaligus berinteraksi langsung dengan warga yang sedang mengantre untuk mendapatkan kebutuhan pokok bersubsidi.

Program Pasar Murah menjadi salah satu langkah Pemerintah Aceh dalam menjaga ketersediaan bahan pokok serta membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga menjelang Hari Raya Idul Adha. Selain menjaga daya beli, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat pengendalian inflasi daerah dan menjaga kestabilan ekonomi masyarakat.(*)