Banda Aceh – Koordinator Presidium Majelis Daerah (MD) KAHMI Aceh Besar, Musriadi Aswad, menggelar silaturahmi bersama para Ketua Komisariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Aceh Besar dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di ruang kerja DPRK Banda Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, serta sarat semangat kebersamaan, Senin (20/4/2026).
Silaturahmi ini tidak sekadar menjadi ajang temu kangen antar kader dan alumni, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyatukan visi, serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam menghadapi tantangan ke depan.
Dalam sambutannya, Musriadi Aswad menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang solid antara kader aktif HMI dan alumni KAHMI sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan organisasi.
“Silaturahmi ini bukan hanya mempererat hubungan emosional, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar kader HMI dan alumni KAHMI, khususnya dalam mendorong kemajuan organisasi di Aceh Besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, HMI sebagai organisasi kader memiliki peran strategis dalam mencetak generasi intelektual yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Menurutnya, sinergi antara kader dan alumni harus terus diperkuat agar HMI mampu beradaptasi dengan dinamika zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai organisasi perjuangan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.
Pertemuan tersebut juga menjadi forum terbuka bagi para Ketua Komisariat untuk menyampaikan aspirasi, gagasan, serta berbagai tantangan yang dihadapi di tingkat basis kaderisasi. Beberapa isu strategis yang mengemuka dalam diskusi antara lain penguatan sistem kaderisasi, peningkatan kualitas intelektual kader, peran mahasiswa dalam pembangunan daerah, serta strategi menjaga eksistensi organisasi di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.
Para peserta juga menyoroti pentingnya inovasi dalam metode kaderisasi agar tetap relevan dengan perkembangan generasi muda, termasuk pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana penguatan komunikasi dan penyebaran gagasan.
Salah satu Ketua Komisariat yang hadir menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan sebagai wadah bertukar pikiran antara kader dan alumni.
“Kami sangat mengapresiasi pertemuan ini karena membuka ruang dialog yang konstruktif. Dengan adanya komunikasi yang intens, kami merasa lebih terarah dalam menjalankan roda organisasi di tingkat komisariat,” ungkapnya.
Selain itu, para kader juga berharap adanya program berkelanjutan yang melibatkan alumni KAHMI dalam pembinaan dan pendampingan kader, baik dalam aspek kepemimpinan, akademik, maupun pengembangan kapasitas diri.
Musriadi merespons positif berbagai masukan tersebut dan menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi yang lebih kuat antara HMI dan KAHMI.
“Ke depan, kita ingin membangun ekosistem kaderisasi yang berkelanjutan, di mana alumni hadir bukan hanya sebagai simbol, tetapi benar-benar terlibat dalam proses pembinaan kader,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa kader HMI diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pembangunan Aceh Besar yang berkelanjutan.
Melalui silaturahmi ini Musriadi berharap akan tercipta hubungan yang semakin erat antara HMI dan KAHMI, sekaligus melahirkan langkah-langkah strategis yang mampu memperkuat peran organisasi dalam menjawab tantangan zaman.
“Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, HMI dan KAHMI di Aceh Besar terus melahirkan kader-kader yang berintegritas, berwawasan luas, serta memiliki dedikasi tinggi dalam membangun daerah dan bangsa,”Pungkasnya.(*)













