BANDA ACEH — Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai agenda rutin setiap bulan suci Ramadan. Kegiatan tersebut berlangsung di Warung Dek Gam, Lampineng, Banda Aceh, Sabtu (14/3/2026), dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.
Acara ini dihadiri oleh pengurus SPS Aceh, pimpinan perusahaan pers, perwakilan media anggota SPS, serta sejumlah undangan dari berbagai kalangan. Selain menjadi momentum berbagi di bulan penuh berkah, kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat silaturahmi di antara pelaku industri pers di Aceh.
Ketua SPS Aceh, Muktarrudin Usman, dalam sambutannya yang disampaikan di sela-sela menunggu waktu berbuka puasa, memaparkan berbagai perkembangan organisasi SPS Aceh yang menurutnya terus menunjukkan kemajuan dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menyebutkan bahwa jumlah anggota SPS Aceh mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya hanya terdapat lima perusahaan pers yang tergabung dalam organisasi tersebut, kini jumlahnya telah berkembang menjadi 34 anggota.
“Dulu anggota kita hanya lima perusahaan pers, sekarang sudah berkembang menjadi 34 anggota. Ini tentu menjadi perkembangan yang sangat menggembirakan bagi kita semua. Ke depan kita berharap semakin banyak perusahaan pers di Aceh yang bergabung dengan SPS,” ujar Muktarrudin.
Menurutnya, SPS merupakan wadah berhimpun bagi perusahaan pers untuk memperkuat eksistensi media sekaligus meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan perusahaan pers. Karena itu, ia mengajak pimpinan perusahaan pers yang belum bergabung agar dapat menjadi bagian dari SPS Aceh.
Selain pertumbuhan jumlah anggota, Muktarrudin juga menyampaikan sejumlah capaian penting yang berhasil diraih SPS Aceh dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengatakan, SPS Aceh telah memperoleh pengakuan dari pengurus pusat sebagai SPS terbaik tingkat nasional pada tahun 2024 dan 2025.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa SPS Aceh mampu menunjukkan kinerja organisasi yang aktif, solid, serta berkontribusi dalam pengembangan industri pers di daerah.
“Kita bersyukur SPS Aceh mendapat pengakuan sebagai SPS terbaik tingkat nasional pada tahun 2024 dan 2025. Ini tentu hasil kerja bersama seluruh pengurus dan anggota,” katanya.
Tidak hanya itu, SPS Aceh juga berhasil menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) serta dipercaya menjadi tuan rumah peringatan Hari Ulang Tahun SPS ke-79. Menurut Muktarrudin, momentum tersebut merupakan kebanggaan tersendiri bagi insan pers di Aceh.
“Sejak SPS berdiri, baru sekali Aceh dipercaya menjadi tuan rumah agenda nasional seperti itu. Ini menunjukkan bahwa Aceh memiliki posisi penting dalam perkembangan industri pers nasional,” ungkapnya.
Muktarrudin juga menambahkan bahwa SPS Aceh secara konsisten mengikuti berbagai agenda organisasi di tingkat nasional, termasuk peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
“Dalam empat tahun terakhir, SPS Aceh tidak pernah absen menghadiri peringatan Hari Pers Nasional. Kita selalu berpartisipasi sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat jaringan dan kontribusi pers Aceh di tingkat nasional,” jelasnya.
Selain kegiatan organisasi, SPS Aceh juga aktif melaksanakan berbagai kegiatan edukatif dan penguatan kapasitas anggota, seperti studi banding serta kunjungan ke sejumlah lokasi bersejarah di Aceh.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah kunjungan ke Radio Rimba Raya di Kabupaten Bener Meriah, yang memiliki nilai sejarah penting dalam perjuangan bangsa Indonesia pada masa kemerdekaan.
“Radio Rimba Raya memiliki sejarah besar bagi bangsa ini. Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya kita untuk mengingat kembali peran media dalam sejarah perjuangan Indonesia,” katanya.
Di sisi lain, pembinaan terhadap anggota juga terus dilakukan dengan mendorong perusahaan pers untuk memperkuat legalitas perusahaan, meningkatkan kualitas manajemen redaksi, serta memperbaiki tata kelola media.
Langkah tersebut, menurut Muktarrudin, merupakan bagian dari komitmen SPS Aceh dalam mendorong praktik jurnalisme yang profesional, bertanggung jawab, dan berkualitas di Aceh yang dikenal sebagai Serambi Mekkah.
Ia menegaskan bahwa keberadaan pers yang sehat dan profesional sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah, sekaligus menjaga fungsi pers sebagai pilar demokrasi.
Selain membahas perkembangan organisasi, kegiatan buka puasa bersama tersebut juga menjadi momentum mempererat ukhuwah dan kebersamaan antar insan pers di Aceh. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan antar perusahaan pers dapat terus terjalin dengan baik.
“Buka puasa bersama ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga bentuk kebersamaan kita sebagai bagian dari keluarga besar insan pers di Aceh,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, SPS Aceh juga menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial organisasi kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.
Santunan tersebut diserahkan secara simbolis kepada sejumlah anak yatim yang hadir dalam kegiatan tersebut. Suasana haru dan kebersamaan pun terasa ketika para peserta acara berinteraksi langsung dengan anak-anak yatim.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama menjelang waktu berbuka puasa. Setelah azan Magrib berkumandang, seluruh peserta menikmati hidangan berbuka puasa bersama dalam suasana kekeluargaan.
Dalam kegiatan buka puasa bersama tersebut turut hadir sejumlah tokoh pers di Aceh, pimpinan media anggota SPS, serta tamu undangan dari berbagai instansi dan perusahaan. Di antara tamu yang hadir terlihat pula Humas PT Solusi Bangun Andalas (SBA), Faraby Azwany, yang turut berbaur dalam suasana kebersamaan bersama insan pers Aceh.
Melalui kegiatan ini, SPS Aceh berharap semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta komitmen untuk memajukan industri pers di Aceh dapat terus terjaga dan berkembang di masa mendatang. (*)













