Banda Aceh — Pemerintah Aceh resmi mencabut status bencana yang sebelumnya ditetapkan akibat musibah yang melanda sejumlah wilayah. Seiring dengan pencabutan status tersebut, kebijakan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite tanpa barcode di SPBU Banda Aceh dan sekitarnya juga berakhir. Mulai sekarang, pengisian Pertalite kembali diberlakukan menggunakan sistem barcode MyPertamina.
Ketua Hiswana Migas Aceh, Nahrawi Noerdin, mengatakan bahwa kebijakan penghapusan sementara barcode Pertalite sebelumnya diterapkan sebagai bentuk keringanan bagi masyarakat terdampak bencana. Namun, karena kondisi Aceh kini telah kembali normal, maka aturan nasional kembali dijalankan sebagaimana mestinya.
“Memang kemarin itu sifatnya sementara karena Aceh sedang mengalami musibah. Jadi barcode tidak diberlakukan dulu untuk membantu kelancaran distribusi dan kebutuhan masyarakat,” kata Nahrawi Noerdin, yang akrab disapa Toke Awi, Jumat (30/1/2026).
Menurut Toke Awi, pencabutan status bencana oleh Pemerintah Aceh secara otomatis mengakhiri seluruh kebijakan khusus yang sebelumnya diterapkan selama masa tanggap darurat dan transisi pemulihan. Termasuk di antaranya relaksasi penggunaan barcode pada pengisian BBM subsidi jenis Pertalite.
“Sekarang kondisi sudah normal, status bencana sudah dicabut. Maka aturan pengisian Pertalite kembali menggunakan barcode. Ini berlaku secara nasional sesuai dengan ketentuan dan undang-undang yang ada,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemberlakuan kembali barcode bukanlah kebijakan baru, melainkan kelanjutan dari sistem pendistribusian BBM subsidi yang telah ditetapkan pemerintah pusat melalui Pertamina. Tujuan utamanya adalah memastikan BBM subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
“ karena ini memang dari awal bersifat sementara. Begitu status bencana dicabut, ya otomatis kembali ke aturan semula,” kata Toke Awi.
Tok Awi juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan segera menyesuaikan diri dengan kembali menggunakan barcode MyPertamina saat mengisi Pertalite di SPBU. Ia memastikan seluruh SPBU di Banda Aceh telah siap menerapkan kembali sistem tersebut.
“SPBU sudah siap, sistemnya juga tidak ada masalah. Tinggal masyarakat menyesuaikan saja seperti sebelumnya,” ujarnya.
Selain itu, Hiswana Migas Aceh juga terus melakukan koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga dan pihak terkait untuk memastikan distribusi BBM di Aceh tetap aman, lancar, dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Kami pastikan stok aman, distribusi lancar, dan pelayanan di SPBU berjalan normal. Tidak ada pembatasan tambahan selain penggunaan barcode sesuai aturan,” pungkas Toke Awi.(*)













