Sabang – Komitmen membangun pariwisata bahari yang berkelanjutan di Kota Sabang terus diperkuat melalui edukasi lingkungan sejak usia dini. Kegiatan yang digelar Yayasan Pendidikan Asih Dandelion bersama Rubiah Tirta Divers mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pariwisata Sabang, Harry Susethia, yang menilai program tersebut sebagai langkah strategis menyiapkan generasi penjaga laut di masa depan.
Menurut Harry, pendekatan pembelajaran langsung atau experiential learning yang diterapkan dalam kegiatan ini sangat relevan dengan karakter Sabang sebagai destinasi wisata bahari. Anak-anak tidak hanya menerima teori di dalam kelas, tetapi diajak mengenal ekosistem laut secara langsung melalui praktik sederhana, seperti pembuatan modul karang dan pengenalan fungsi terumbu karang bagi kehidupan biota laut.
“Anak-anak adalah generasi penerus yang nantinya akan menjadi penjaga dan pengelola sumber daya alam kita. Jika sejak dini mereka sudah dibekali rasa cinta dan tanggung jawab terhadap laut, maka masa depan pariwisata Sabang akan lebih terjamin,” ujar Harry.
Sabang dikenal memiliki kekayaan bawah laut yang luar biasa. Terumbu karang yang sehat dan beragam menjadi daya tarik utama wisatawan domestik maupun mancanegara. Keindahan tersebut bukan hanya potensi ekonomi, tetapi juga amanah yang harus dijaga bersama.
Harry menegaskan bahwa keberlanjutan pariwisata tidak hanya bergantung pada promosi dan pembangunan infrastruktur, melainkan juga pada kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Oleh karena itu, pendidikan lingkungan sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diperkenalkan pada konsep dasar ekosistem pesisir, fungsi terumbu karang sebagai rumah biota laut, serta peran laut sebagai pelindung alami pantai dari abrasi. Dengan metode yang sederhana dan menyenangkan, pemahaman tersebut tertanam kuat dalam pengalaman mereka.
Kadispar Sabang menilai kolaborasi antara dunia pendidikan dan pelaku wisata seperti yang dilakukan Yayasan Pendidikan Asih Dandelion dan Rubiah Tirta Divers merupakan contoh sinergi yang patut ditiru. Dunia usaha tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan yang menjadi sumber utama aktivitas wisata.
Kegiatan ini membuktikan bahwa pariwisata dan konservasi dapat berjalan beriringan. Anak-anak sebagai peserta didik mendapatkan pengalaman berharga, sementara pelaku wisata turut berkontribusi dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga laut.
Harry berharap model kolaborasi semacam ini dapat diperluas dengan melibatkan lebih banyak sekolah, komunitas, dan pelaku usaha lainnya. Dengan demikian, gerakan peduli lingkungan dapat menjadi budaya bersama di Kota Sabang.
Pemerintah Kota Sabang melalui Dinas Pariwisata menegaskan kesiapan mendukung berbagai program edukasi lingkungan yang sejalan dengan visi pembangunan pariwisata berkelanjutan. Menurut Harry, destinasi wisata yang maju bukan hanya yang ramai dikunjungi, tetapi yang mampu menjaga kelestarian alamnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan Sabang sebagai destinasi bahari unggulan sangat ditentukan oleh keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian. Terumbu karang yang rusak akan berdampak langsung pada penurunan daya tarik wisata, bahkan berpotensi mengancam mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sektor ini.
Karena itu, membangun kesadaran sejak usia dini menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan sumber daya alam. Generasi yang tumbuh dengan pemahaman lingkungan yang kuat akan lebih bijak dalam memanfaatkan potensi laut di masa depan.
Metode pembelajaran berbasis praktik yang diterapkan dalam kegiatan ini dinilai efektif dalam menumbuhkan rasa ingin tahu dan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan. Melalui interaksi langsung dengan alam, anak-anak belajar bahwa laut bukan sekadar tempat bermain, melainkan ekosistem yang harus dijaga.
Kegiatan seperti pembuatan media modul karang, pengenalan biota laut, hingga diskusi ringan tentang dampak sampah plastik memberikan pengalaman yang membekas. Nilai-nilai tersebut diharapkan akan terbawa hingga dewasa, membentuk generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Harry Susethia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini dan berharap program serupa dapat menjadi agenda rutin. Ia optimistis, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dan pelaku usaha wisata, Sabang akan semakin dikenal sebagai destinasi yang tidak hanya indah, tetapi juga berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan.
Dengan fondasi kesadaran lingkungan yang dibangun sejak dini, Sabang melangkah mantap menuju masa depan pariwisata bahari yang berkelanjutan. Pendidikan hari ini adalah jaminan bagi kelestarian esok hari dan dari tangan anak-anak Sabang, masa depan laut yang lestari tengah dipersiapkan.(*)













