JAKARTA — Bank Syariah Indonesia (BSI) mempermudah layanan pembayaran iuran bagi sekitar 16 juta anggota Muhammadiyah melalui fitur terbaru di superapps BYOND by BSI. Layanan ini resmi dapat diakses mulai 28 Januari 2026.
Melalui fitur tersebut, anggota Muhammadiyah dapat melakukan pembayaran iuran secara digital dengan mudah melalui menu Bayar – Iuran Muhammadiyah. Layanan ini merupakan bagian dari kolaborasi BSI dengan Muhammadiyah yang terintegrasi dengan berbagai platform digital, seperti aplikasi MASA (Muhammadiyah Aisyiyah SuperApp) dan SatuMu, platform digital terpadu satu data Muhammadiyah.
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, mengatakan kolaborasi ini merupakan wujud sinergi antara BSI dan Muhammadiyah dalam menghadirkan layanan keuangan syariah yang mudah, aman, dan terintegrasi secara digital.
“Melalui integrasi aplikasi MASA dan BYOND by BSI, warga Muhammadiyah kini dapat melakukan pembayaran iuran anggota secara praktis. Selain itu, BSI juga menyediakan QRIS Soundbox untuk mendukung kemudahan transaksi pembayaran di lingkungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” ujar Kemas Erwan, Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan, saat ini superapps yang dikembangkan Muhammadiyah tersebut akan memayungi seluruh platform digital, termasuk SatuMu, yang mendukung tata kelola persyarikatan melalui integrasi layanan keanggotaan, organisasi, iuran, tata kelola amal usaha Muhammadiyah (AUM), hingga layanan kesehatan.
SatuMu saat ini telah mengaktifkan dua dari enam fitur utama, yakni Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) yang telah merekam sekitar 3 juta anggota, serta Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM) yang mencatat struktur organisasi dari tingkat Pimpinan Pusat hingga ranting.
Sementara itu, empat fitur lainnya masih dalam tahap pengembangan, yaitu IuranMU, Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH), Sistem Manajemen AUM, serta Sistem Manajemen Kesehatan (PKU).
Kemas Erwan menambahkan, penguatan kapasitas digital menjadi komitmen BSI dalam bertransformasi menjadi bank syariah yang inklusif dan mudah diakses.
“Transformasi digital ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem baru dalam mendorong pertumbuhan transaksi digital yang berkelanjutan,” pungkasnya. (*)













