BANDA ACEH — Pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Kota Banda Aceh dinilai terus mengalami perkembangan positif, baik dari sisi jumlah pelaku UMKM maupun antusiasme masyarakat yang hadir setiap pekan.
Jurnalis Serambi Indonesia Nasir, menilai kualitas pelaksanaan CFD saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, stan makanan dan pelaku UMKM yang terlibat semakin hari semakin lengkap dan ramai.
“Secara umum kondisinya sudah lumayan bagus. Stan-stan makanan dan UMKM hampir setiap minggu makin lengkap dan pengunjungnya juga semakin ramai,” ujar Nasir, Munggu (4/1/2025).
Meski demikian, Nasir menilai masih ada sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan CFD ke depan, terutama dari sisi ketertiban dan variasi kegiatan.
Ia menyarankan agar penataan lokasi CFD dibuat lebih tertib, sekaligus memperbanyak jenis aktivitas yang digelar di area tersebut. Dengan demikian, pengunjung tidak hanya datang untuk berjalan santai atau berbelanja kuliner, tetapi juga bisa mengikuti berbagai kegiatan menarik di setiap sudut lokasi.
“Ke depan, Car Free Day ini perlu lebih tertib dan kegiatan-kegiatannya harus diperbanyak. Di setiap sudut CFD sebaiknya ada aktivitas, supaya masyarakat bisa melakukan berbagai hal,” katanya.
Nasir mencontohkan, kegiatan seperti senam bersama, hiburan ringan, hingga aktivitas rekreatif lainnya dapat digelar secara bergantian setiap pekan.
“Bisa ada senam, kegiatan fun-fun, dan aktivitas lainnya. Jadi setiap minggu ada nuansa yang berbeda, supaya orang yang rutin datang tidak merasa bosan,” ujarnya.
Menurut Nasir, variasi kegiatan tersebut penting untuk menjaga daya tarik CFD sebagai ruang publik, sekaligus memperkuat fungsinya sebagai sarana interaksi sosial, promosi UMKM, dan gaya hidup sehat masyarakat Kota Banda Aceh.
Ia berharap, masukan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan Car Free Day ke depan. (*)












