Banda Aceh – Plt Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Aceh pada 2025 berada dalam kondisi aman, baik dari sisi logistik maupun personel lapangan.
Menurut Chaidir, wilayah yang menjadi prioritas penanganan merupakan daerah dengan tingkat kerawanan tinggi seperti banjir, kebakaran, serta angin kencang. “Setelah kita analisa selama dua tahun terakhir, bencana yang paling sering terjadi di Aceh adalah banjir, kebakaran, dan angin puting beliung,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Untuk kesiapan logistik, Dinas Sosial Aceh telah menerima dukungan dari Kementerian Sosial berupa enam kontainer bantuan, di mana dua di antaranya sudah tiba dan empat lainnya akan menyusul dalam waktu dekat. Bantuan tersebut terdiri dari kebutuhan sandang dan pangan untuk keadaan darurat. “Stok kita untuk kesiapsiagaan bencana tahun 2025, Alhamdulillah kami rasa cukup,” katanya.
Selain logistik, sebanyak 1.826 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) juga telah disiagakan di seluruh wilayah Aceh. Chaidir menegaskan bahwa setiap kejadian bencana wajib dilaporkan secara cepat, dan petugas Tagana akan hadir di lokasi untuk memberikan penanganan awal. “Kita akan suplai bantuan ke daerah bencana paling lama dua hari setelah kejadian,” jelasnya.
Chaidir berharap, Dengan dukungan logistik memadai dan pasukan Tagana yang tersebar di seluruh kabupaten/kota dan Ia optimis penanganan kedaruratan bencana pada 2025 dapat berjalan lebih cepat dan efektif.(*)










