Banda Aceh – Bank Syariah Indonesia (BSI) menunjukkan komitmennya dalam memajukan ekosistem ekonomi syariah di Aceh dengan terus memperkuat kolaborasi bersama insan pers. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kegiatan Media Gathering yang berlangsung di Gedung Landmark BSI Aceh, Jumat (1/8/2025).
Acara yang berlangsung penuh keakraban tersebut dihadiri oleh Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, jajaran Deputi dan Manajer BSI, Humas BSI Aceh Nasruddin, serta Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin bersama puluhan wartawan lintas media.
Dalam sambutannya, Imsak Ramadhan menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Aceh atas kepercayaan yang telah diberikan kepada BSI, serta pentingnya peran media dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif.
“BSI adalah milik umat. Dengan dukungan masyarakat Aceh, aset kami secara nasional telah mencapai Rp400 triliun dan ditargetkan tumbuh menjadi Rp500 triliun hingga akhir tahun. Di Aceh sendiri, aset BSI telah menembus Rp24 triliun. Peran media sangat penting untuk menyebarkan literasi dan semangat ekonomi syariah ke seluruh penjuru daerah,” ujar Imsak.
Ia juga mengungkapkan bahwa BSI kini dipercaya Presiden Prabowo Subianto sebagai pengelola program nasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sebuah inisiatif strategis untuk membangun ekonomi desa berbasis prinsip syariah.
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Nasir Nurdin, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai, sinergi antara BSI dan insan pers menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran publik akan pentingnya sistem keuangan yang adil dan berkelanjutan.
“PWI dan wartawan siap menjadi mitra BSI dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah di Aceh. Ekonomi syariah adalah peluang, dan kita semua memiliki peran di dalamnya,” tegas Nasir.
Dalam forum tersebut, BSI juga memperkenalkan perannya sebagai penyelenggara bullion bank, bank berbasis aset riil emas yang pertama di Indonesia. Peran ini resmi dijalankan sejak 26 Februari 2025, setelah ditunjuk langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Pegadaian.
Deputi Funding dan Transaction Business BSI Regional Aceh, Agung W. Rahardjo, menjelaskan potensi besar investasi emas di Indonesia, yang dinilai memiliki ketahanan tinggi terhadap inflasi.
“Emas bukan hanya investasi aman, tapi juga pembuka jalan menuju sistem keuangan yang kuat. Harga emas meningkat dari Rp800 ribu ke Rp1,9 juta per gram dalam lima tahun terakhir — ini menegaskan pentingnya bullion bank sebagai alternatif investasi jangka panjang,” jelas Agung.
Media gathering ini juga menjadi ajang sosialisasi berbagai produk unggulan BSI seperti tabungan haji, pembiayaan emas, dan layanan penitipan emas. Semua produk tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam mengelola keuangan secara syariah.
Melalui sinergi yang semakin erat antara BSI dan media, diharapkan ekonomi syariah di Aceh tumbuh lebih pesat dan memberi manfaat luas bagi kesejahteraan umat. (*)













