Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengungkapkan keinginannya untuk merealisasikan proyek minyak goreng di aceh timur.
Iskandar Usman Al-Farlaky mengutarakan hal itu dalam pertemuan bersama perwakilan Inggris dari Inisiatif Dagang Hijau (IDH) dan Forum Konservasi Leuser (FKL) di Pendopo Bupati Aceh Timur beberapa waktu lalu. terkait Wacana itu disambut antusias oleh masyarakat karna proyek ini dinilai sebagai peluang besar untuk mendorong kemajuan daerah itu.
Al-Farlaky Dalam pertemuan tersebut, menekankan bahwa Aceh Timur memiliki potensi besar di sektor kelapa sawit. Namun sayangnya, selama ini hasil CPO (crude palm oil) dari Aceh Timur lebih banyak dikirim ke luar daerah tanpa memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Setiap malam, CPO dari semua pabrik kelapa sawit kita dibawa ke luar daerah dan diekspor melalui pelabuhan di Sumatera Utara. Akibatnya, pajaknya tidak masuk ke Aceh, dan ini tentu merugikan kita,” ujar Al-Farlaky.
Karena itu, ia menyatakan komitmennya untuk membuka peluang selebar-lebarnya bagi investor yang berminat membangun pabrik minyak goreng di Aceh Timur. Menurutnya, keberadaan pabrik ini tidak hanya akan meningkatkan nilai tambah produk sawit lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan menekan angka pengangguran di daerah tersebut.
Al-Farlaky juga berharap IDH dapat membantu menjembatani komunikasi dengan perusahaan besar di sektor kelapa sawit, seperti Musim Mas, untuk membahas peluang investasi ini.
“Kami berharap pertemuan dengan Musim Mas bisa difasilitasi. Kami sangat ingin pabrik minyak goreng berdiri di Aceh Timur,” Pungkasnya. (*)













