DaerahHeadline

Mohd Rendi Febriansyah: Pemimpin Baru PII Aceh dan Visi Perubahan

×

Mohd Rendi Febriansyah: Pemimpin Baru PII Aceh dan Visi Perubahan

Share this article
Mohd Rendi Febriansyah saat resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Wilayah (PW) Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh Periode 2024-2026 dalam Konferensi Wilayah ke-XXXI di Gedung Setdakab Bireuen, Selasa (31/12/2024). Prosesi pengukuhan disaksikan oleh peserta dari 13 Pengurus Daerah se-Aceh

Bireuen Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Bireuen dipenuhi antusiasme pada akhir tahun 2024. Selama empat hari, 28-31 Desember, Konferensi Wilayah (Konwil) ke-XXXI Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh berlangsung dengan dinamika yang penuh semangat. Para delegasi dari 13 Pengurus Daerah Kabupaten/Kota se-Aceh berkumpul, menyatukan visi untuk masa depan organisasi.

Momen puncak Konwil adalah penetapan Mohd Rendi Febriansyah sebagai Ketua Umum Pengurus Wilayah (PW) PII Aceh Periode 2024-2026. Proses pemilihan berlangsung alot, dengan beberapa kandidat mengajukan diri, termasuk nama-nama besar seperti Zaki Mubarak, Alfhat Muhayat, dan Muhammad Fazil. Namun, melalui musyawarah mufakat, peserta sepakat memilih Rendi sebagai pemimpin baru.

“Ini adalah amanah besar. Saya berterima kasih kepada semua sahabat dari Pengurus Daerah se-Aceh atas kepercayaan ini. Bersama, kita akan membawa PII Aceh menjadi organisasi yang bermanfaat bagi umat dan negara,” ujar Rendi dengan penuh optimisme.

Pemuda asal Aceh Utara ini memiliki visi yang kuat. Ia berkomitmen untuk memperluas eksistensi PII di seluruh Aceh, sekaligus memperkuat peran organisasi dalam mengawal pendidikan dan kebudayaan. “Insya Allah, kita akan terus mendorong perubahan yang positif dan menjaga integritas PII sebagai pelopor pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda,” tambahnya.

Konwil ini juga melahirkan keputusan strategis lainnya. Teuku Muhammad Raihan dikukuhkan sebagai Komandan Brigade PII Aceh, sementara Haifa Ghalda diamanahkan sebagai Ketua PII Wati Aceh. Keduanya diharapkan menjadi bagian penting dalam sinergi kepemimpinan baru ini.

Atmosfer Konwil dipenuhi semangat kebersamaan. Setiap pembahasan mencerminkan keseriusan peserta dalam membangun masa depan PII Aceh. Dengan komposisi formatur baru, yang mencakup nama-nama seperti Muhammad Fazil, Zaki Mubaraq, Alfhat Muhayat, dan Rini Safitri, PII Aceh tampaknya siap menghadapi tantangan ke depan.

Konferensi ini bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga menyatukan visi dan tekad. PII Aceh, di bawah kepemimpinan Rendi, berharap dapat menciptakan dampak nyata bagi generasi muda Aceh dan masyarakat luas. (*)