Aceh Barat – Sejumlah nelayan dan pedagang ikan di Gampong Panggong, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, secara resmi mendeklarasikan diri bergabung dalam Relawan Bustami Tusop (RBT) untuk mendukung bakal pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Bustami-Tusop, dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2025-2030 mendatang.
Deklarasi ini dipimpin oleh Deny Irsandi, seorang nelayan setempat yang merasa yakin bahwa paslon Bustami-Tusop dapat membawa perubahan positif bagi komunitas nelayan di daerah tersebut. “Kita yakin di tangan Bustami-Tusop, setiap masalah yang selama ini menjadi kendala kami nelayan di sini bisa teratasi,” ujar Deny kepada awak Media Minggu, 1 September 2024.
Menurut Deny, dukungan ini bukan tanpa alasan. Bustami dikenal sebagai birokrat ulung yang memiliki rekam jejak dalam pemerintahan, sementara Tusop adalah seorang ulama yang dihormati di Provinsi Aceh. Kombinasi latar belakang ini membuat mereka percaya bahwa paslon tersebut mampu memahami dan menyelesaikan masalah yang dihadapi para nelayan.
Salah satu masalah utama yang menjadi perhatian para nelayan di Gampong Panggong adalah kondisi kuala (muara) yang semakin dangkal, sehingga menyulitkan aktivitas melaut. “Nelayan di daerah kami sudah lama meminta agar dilakukan penanganan kuala yang mulai dangkal, namun hingga kini belum ada upaya pasti dari pihak terkait,” ungkap Deny.
Deny menambahkan bahwa pihaknya telah beberapa kali melaporkan permasalahan ini kepada Pj Bupati Aceh Barat, namun belum ada tindakan konkret dari pemerintah setempat. Oleh karena itu, mereka menaruh harapan besar kepada Bustami-Tusop untuk memberikan solusi jika terpilih nanti.
Senada dengan Deny, Hamdani, seorang pedagang ikan, juga mengutarakan keluhannya terkait sulitnya proses perizinan penangkapan ikan di daerah tersebut. Ia mengungkapkan bahwa para nelayan harus pergi ke Banda Aceh untuk mengurus izin, yang menurutnya sangat memberatkan. “Seharusnya kami rakyat kecil jangan dipersulit. Bagaimana masyarakat bisa bertahan jika kami tidak bisa melaut?” kata Hamdani.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memperbaiki sistem perizinan ini, dengan memberikan kemudahan serupa seperti yang dilakukan dalam administrasi kendaraan bermotor, di mana ada surat jalan sementara yang dikeluarkan sebelum izin resmi diberikan.
Dengan keyakinan bahwa paslon Bustami-Tusop mampu memperjuangkan nasib mereka, komunitas nelayan di Kuala Krueng Cangkoi, Johan Pahlawan, secara bulat menyatakan dukungannya untuk bergabung dengan Relawan Bustami Tusop (RBT). Mereka berharap, dengan dukungan ini, paslon Bustami-Tusop akan terpilih dan membawa perubahan positif bagi kehidupan mereka. (*)













