HeadlineOpini

Menjadi Mahasiswa Bukan Hanya Sekedar Untuk Selembar Ijazah

×

Menjadi Mahasiswa Bukan Hanya Sekedar Untuk Selembar Ijazah

Share this article
Agustina Humaira Mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Agama Islam Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh. Foto: Dok. Suaraaceh.net

Oleh: Agustina Humaira

Memperoleh ijazah, inilah yang menjadi alasan banyak mahasiswa untuk menyelesaikan kuliahnya. Para orang tua pun harus mempunyai biaya yang cukup bahkan maksimal dalam mencari biaya untuk menyelesaikan pendidikan anaknya di bangku perguruan tinggi atau supaya mendapatkan selembar ijazah.

Untung-untung berkesempatan melanjutkan kuliah dengan beasiswa sebagaimana yang diraskaan oleh sebagian mahasiswa penerima KIP Kuliah, termasuk penulis yang juga mendapatkan berkesempatan melanjutkan kuliah dengan beasiswa, jika tidak tentu mengecap pendidikan di perguruan tinggi hanyalah sekedar mimpi semata.

Pertanyaannya sekarang adalah sudahkah kita merasa cukup bernilai dengan hanya target semata untuk mendapatkan gelar dan memperoleh selembar ijazah? Saya rasa tidak, karena sebenarnya ijazah hanyalah “selembar kertas” sebagai tanda bukti bahwa kita pernah menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi.

Umumnya pandangan sebagian besar masyarakat kita bahwa selembar ijazah pendidikan tinggi, merupakan kunci utama untuk mendapatkan pekerjaan impian. Namun, seiring makin banyaknya sarjana yang diproduksi institusi pendidikan tinggi, dengan hanya mengandalkan selembar ijazah saja sudah tidak cukup lagi.

Selembar ijazah pendidikan tinggi tidak lagi menjadi jaminan mengantarkan ke dunia kerja sebagaimana yang diimpikan, bahkan berdasarkan badan pusat statistik, cukup banyak pengangguran dari kalangan alumni perguruan tinggi yang sudah bergelar sarjana dalam berbagai disiplin ilmu.

Perlu diingat juga bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi tidak sekadar pencetak tenaga kerja dan berorientasi pasar. Terdapat sisi dan fungsi penting lain dari penyelenggaraan pendidikan tinggi, termasuk yang bergerak di pendidikan vokasi. Dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, pendidikan tinggi berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak, serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Fungsi lain ialah mengembangkan sivitas akademika yang inovatif, responsif, kreatif, terampil, berdaya saing, dan kooperatif melalui pelaksanaan Tridharma.

Ketika kita lulus menjadi sarjana bukan hanya sekedar selembar kertas transkrip nilai dan ijazah saja yang kita bawa, melainkan harus seimbang dengan keahlian yang kita dapat selama kuliah. soft skill yang mumpuni, akhlak yang dijunjung tinggi, dan kepekaan terhadap sosial menjadi hal yang sangat penting.

Disisi lain, faktor ketersediaan lapangan kerja merupakan hal kompleks tersendiri yang antara lain terkait dengan ketersediaan investasi memadai untuk menyerap tenaga kerja dari lulusan berbagai program studi, kinerja ekonomi nasional, dan kondisi ekonomi global. Penyebab lain, seperti pengendalian mutu institusi pendidikan tinggi dan pembekalan kompetensi lulusan, sesungguhnya dapat lebih dikendalikan.

Ini dimaksudkan agar disaat lulusan mencari pekerjaan apalagi dalam usia produktif, bisa mampu bersaing dan bersanding dalam bidang keilmuannya masing-masing, bahkan diluar bidang disiplin ilmu, mengingat penerapan konsep kurikulum merdeka, merdeka belajar, program magang bersertifikat dan lain sebagainya, ini tentu akan mampu menjawab peluang masa depan bagi insan intelektual yang menyandang gelar insan intelektual seorang mahasiswa.

Menjadi seorang mahasiswa bukanlah hanya sekedar berbicara harapan dan cita-cita pribadi tetapi juga berbicara tentang harapan seluruh masyarakat yang harus diperjuangkan. Begitu banyak diluar sana yang juga ingin merasakan bangku perkuliahan, tetapi tidak semua orang ditakdirkan untuk bisa merasakannya.

Karenanya seorang mahasiswa sebagai kaum intelektual, ia tidak lagi hanya diukur dari selembar ijazah, tapi juga dari skill dan pribadi yang berkualitas. Tumpukan ijazah dan deretan gelar tidak lantas membuat seseorang semakin terjamin kesuksesannya di masa depan, tapi juga kemampuan, moral dan juga keanggunan sikap yang membuat seseorang menjadi pribadi yang lebih berkelas.

Akhirnya, penulis yang juga sedang menyandang gelar mahasiswa mengingatkan diri sendiri dan semua sahabat yang sedang di bangku perguruan tinggi, dan berharap agar kelak kita semua akan menjadi sarjana-sarjana yang mumpuni dalam sisi keilmuan dan skill serta lebih baik dari segi kualitasnya maupun kuantitasnya hingga bahkan mampu menciptakan lapangan kerja bagi orang lain, sehingga bisa berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran serta menjadi generasi yang hebat untuk kemajuan bangsa. Semoga. (*)