Beranda Headline Banjir Bandang Terjang Aceh Tenggara, Satu Bayi Hanyut Belum Ditemukan

Banjir Bandang Terjang Aceh Tenggara, Satu Bayi Hanyut Belum Ditemukan

Petugas BPBD Aceh Tenggara Saat berada di kokasi banjir bandang yang menerjang Kabupaten Aceh Tenggara pada Senin (14/11/2023) malam. Foto: Humas/BPBA.

Banda Aceh – Banjir bandang menerjang Kabupaten Aceh Tenggara pada Senin (14/11/2023) malam. Banjir ini akibat hujan deras yang mengguyur daerah itu sejak siang hingga malam hari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, Nazmi mengatakan, banjir tersebut sempat menyebabkan dua titik jalan nasional lumpuh total.

Selain itu, banjir ini juga mengakibatkan beberapa jembatan putus dan lima rumah rusak berat.

“Ada beberapa jembatan yang putus. Kami saat ini segera melakukan penanganan darurat sesuai SOP, yang ada,” kata Nazmi saat dihubungi, Selasa (14/11/2023).

Selain dampak material, kata Nazmi, banjir tersebut juga menyebabkan lima warga mengalami luka-luka dan satu orang hilang.

“Bayi berusia 2,5 tahun hilang, hingga saat ini belum ditemukan,” kata Nazmi.

Ia menyebutkan bahwa BPBD Aceh Tenggara bersama Tim SAR, TNI, Polri dan masyarakat setempat terus melakukan pencarian korban.

“Kami saat ini terus berupaya melakukan pencarian korban,” jelas Nazmi.

Sementara, Anggota DPRA Dapil Aceh Tenggara, Yahdi Hasan menyebutkan banjir tersebut akibat meluapnya beberapa sungai di daerah itu. Ini karena Daerah Aliran Sungai (DAS) yang sudah dangkal.

Oleh karena itu, Yahdi Hasan berharap Pemerintah Pusat dan Aceh segera mencari solusi untuk mengatasi persoalan ini. Apalagi, banjir di Aceh Tenggara sudah menjadi langganan tiap tahunnya.

“Kami berharab bantuan pemerintah pusat dan provinsi, karena setiap tahun 2 sampai 3 kali banjir terjadi di daerah ini,” ujar Yahdi Hasan.

Dalam kesempatan itu, Yahdi Hasan juga berharap pihak terkait untuk menghentikan dugaan aktivitas ilegal logging di hutan Aceh Tenggara. Ia yakin, banjir ini juga ada kaitan dengan penebangan liar.

“Bisa kita lihat potongan kayu ikut terbawa banjir, ini menandakan adanya ilegal loging,” ujar Yahdi Hasan. [*]