Beranda Hukum Polisi Terus Buru DPO Pelaku Penembakan Pos Polisi di Aceh Barat

Polisi Terus Buru DPO Pelaku Penembakan Pos Polisi di Aceh Barat

23
0
BERBAGI

BANDA ACEH – Tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Aceh, Polres Aceh Barat dan Densus 88 Satgaswil Aceh terus memburu pelaku penembakan pos polisi Panton Reu Polres Aceh Barat yang masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy mengatakan, kepolisian telah mengantongi sejumlah nama terduga pelaku penyerangan Pos Polisi, ia meminta agar pelaku menyerahkan diri.

“Ada beberapa orang yang terlibat dalam penembakan pos polisi di Aceh Barat yang sedang di buru. Kita telah mengetahui identitas mereka,” kata Winardy, Selasa (23/11/2021).

Kasus penembakan pos polisi tersebut, lanjut Winardy, empat orang terduga pelaku telah diamankan. Sementara satu orang terduga berinisial AH dinyatakan meninggal dunia terkena timah panas petugas saat melarikan diri.

“Satu orang dilumpuhkan dengan tindakan tegas dan terukur. Namun saat diberikan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit, dalam perjalanan yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Winardy mengatakan tiga pelaku terduga pelaku penyerangan Pos Polisi diamankan saat petugas menggerebek tempat persembunyian terduga di kawasan Pasie Raya, Aceh Jaya sekira pukul 13.20 WIB pada Senin 22 November 2021.

“Penggerebekan tersebut terjadi setelah dilakukan monitoring tiga minggu tentang adanya pertemuan para pelaku serta didukung informasi dari masyarakat bahwa salah satu rumah di kawasan Pasie Raya digunakan sebagai tempat persembunyian terduga,” sebut Winardy.

Ketiga pelaku yang bersembunyi di rumah tersebut adalah AH (56), AD (61), dan CA (53). Pelaku AH dan AD diduga keras merupakan perencana penembakan Pos Pol, sedangkan CA memberikan perlindungan serta penampungan terhadap para pelaku.

“Saat penggerebekan, satu pelaku AD sempat melakukan perlawanan dengan menusuk petugas dengan senjata tajam. Satu orang petugas terluka, sehingga terpaksa petugas melumpuhkan dengan tindakan tegas dan terukur yang mengenai kedua kakinya,” jelas Winardy.

Motif penyerangan pos Polisi di Aceh Barat, kata Winardy dikarenakan pelaku merasa terusik dengan pihak kepolisian yang sering melakukan penindakan terhadap illegal mining di daerah tersebut.

“Perlu saya sampaikan secara keseluruhan situasi Aceh sudah sangat kondusif dan Polda Aceh siap menjamin keamanan bagi setiap investor yang ingin berinvestasi di Aceh,” ungkapnya. (*)

Sumber : AJNN

BERBAGI