HeadlineNasional

Yayasan Pikiran Rakyat dan SPS Aceh Kolaborasi Bangun Gedung Masyarakat untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

×

Yayasan Pikiran Rakyat dan SPS Aceh Kolaborasi Bangun Gedung Masyarakat untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Share this article
Yayasan Pikiran Rakyat menggelar pertemuan bersama jajaran SPS Aceh berlangsung di salah satu kafe di Kota Bandung, Kamis (30/4/2026) malam, membahas rencana pembangunan Gedung Pusat Kegiatan Masyarakat bagi korban banjir di Aceh Tamiang. Foto: (Dokumen SPS)

BANDUNG — Komitmen insan pers dalam membantu pemulihan pascabencana kembali ditunjukkan melalui kolaborasi antara Pikiran Rakyat dan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh. Kedua pihak sepakat merealisasikan pembangunan Gedung Pusat Kegiatan Masyarakat bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Yayasan Pikiran Rakyat dan SPS Aceh yang digelar di Restoran Jabarano, Jalan Lengkong Besar, Kota Bandung, Kamis (30/4/2026) malam.

Komisaris Pikiran Rakyat yang juga menjabat sebagai Ketua Umum SPS, Januar P. Ruswita, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata kepedulian insan pers terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, inisiatif ini sekaligus menjadi upaya memastikan bantuan dari para pembaca dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar bantuan, tetapi bentuk tanggung jawab moral kita bersama untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan,” ujar Januar.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pikiran Rakyat, Puspatriani Agustina, menegaskan bahwa seluruh bantuan yang dihimpun dari para donatur akan dikelola secara transparan dan akuntabel. Ia menyebut prinsip keterbukaan menjadi hal utama agar kepercayaan publik tetap terjaga.

“Transparansi menjadi kunci, sehingga setiap bantuan yang diberikan benar-benar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat penerima,” katanya.

Puspatriani juga berharap seluruh proses administrasi, termasuk penyusunan nota kesepahaman (MoU), dapat segera dirampungkan dalam waktu dekat. Dengan demikian, pembangunan gedung dapat segera dimulai melalui tahapan peletakan batu pertama.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua SPS Aceh, Muktarrudin Usman, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengawal pembangunan hingga selesai. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Ini adalah kepercayaan yang harus kami jaga. Kami akan memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana hingga benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Muktarrudin juga mengungkapkan kondisi terkini di lokasi terdampak banjir di Aceh Tamiang masih membutuhkan perhatian serius. Beberapa akses jalan masih tertutup lumpur, sementara ketersediaan air bersih bagi warga belum sepenuhnya pulih sejak banjir besar yang terjadi pada akhir November 2025.

Adapun lokasi pembangunan gedung telah ditetapkan di Desa Sukajadi Paya Bujuk, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang—salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah akibat bencana tersebut.

Gedung yang akan dibangun dirancang sebagai fasilitas multifungsi untuk mendukung aktivitas masyarakat. Pada lantai dasar akan difungsikan sebagai pusat layanan kesehatan dasar, seperti posyandu, penyuluhan kesehatan, edukasi gizi, hingga posko siaga bencana serta tempat penyimpanan peralatan medis.

Sementara itu, lantai dua akan dimanfaatkan sebagai ruang serbaguna berkapasitas sekitar 50 orang. Ruang ini nantinya dapat digunakan untuk musyawarah warga, kegiatan kepemudaan, serta berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan lainnya.

Kolaborasi antara Pikiran Rakyat dan SPS Aceh ini diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan fisik semata, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian insan pers dalam mendukung pemulihan sosial masyarakat secara berkelanjutan di Aceh Tamiang.

Dengan sinergi ini, diharapkan masyarakat terdampak banjir dapat kembali bangkit dan menjalani kehidupan yang lebih baik pascabencana. (*)