Beranda Parlementaria Pimpinan DPRK Banda Aceh Kunjungi Lokasi Kebakaran di Gampong Beurawee

Pimpinan DPRK Banda Aceh Kunjungi Lokasi Kebakaran di Gampong Beurawee

13
0
BERBAGI

Banda Aceh – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh mengunjungi lokasi rumah yang mengalami insiden kebakaran pada Senin (30/8/2021) pada dini hari, di lorong masjid, Gampong Beurawe.

Mereka yang datang, Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, Wakil ketua I, Usman dan Kabag Hukum Humas dan Persidangan, Yusnardi.

Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar menyampaikan bela sungkawa atas musibah yang menimpa warga Beurawee hingga menimbulkan korban jiwa pasangan suami istri. Menurut Farid, api sangat cepat melahap rumah yang terbuat dari kayu tersebut hingga korban tidak sempat menyelamatkan diri.

“Masyarakat sudah berusaha membantu, termasuk bantuan armada pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Banda Acehgampong sudah berupaya dengan maksimal untuk memadamkan api. Namun karena terjadi begitu cepat sehingga api melalap habis dua rumah warga,” kata Farid didampingi Wakil Ketua I DPRK, Usman.

Farid mengatakan, meskipun musibah yang tidak bisa diprediksi, ia berharap kepada warga agar terus waspada dan menjaga diri.

“Nanti tindak lanjut ini, kita harap Pemko Banda Aceh dan aparatur gampong bisa bermusyawarah kembali agar dapat dicarikan solusi terbaik solusi untuk meringankan beban keluarga yang mengalami musibah,” tuturnya.

Keuchik Beurawee, H Amri mengungkapkan, kejadian terjadi sekitar pukul 03.00 pagi, dirinya bersama warga sudah berusaha untuk membantu korban yang terperangkap dalam rumah, dan mencari bantuan lainnya, hingga pemadam kebakaran pun datang dan berhasil memadamkan api, namun korban tidak bisa diselamatkan lagi.

“Kami sudah berusaha membantu, karena apinya sangat besar, kami masukpun tidak bisa lagi, yang didalam pun tidak bisa keluar,” katanya.

Sementara isi rumah kata Amri juga tidak bisa diselamatkan karena api terus membesar dan menjalar kerumah sebelahnya.

Anis, salah seorang kerabat keluarga korban mengaku sempat mendengar suara dari korban sambil berteriak “bangun kebakaran” dengan suara sangat keras. Kemudian dia langsung bangun dan melihat ke arah jendela rumah korban sambil melihat api yang besar dan memanggil warga kemudian menghubungi pemadam kebakaran.

“10 menit setelah saya telpon pemadam, pemadam langsung datang, hingga api baru bisa dipadamkan menjelang subuh,” ungkapnya. (Parlementaria)

BERBAGI