BeritaHeadline

HT Anwar Ibrahim Ingatkan Calon Ketua PWI Aceh Utamakan Persatuan, Bukan Kepentingan Pribadi

×

HT Anwar Ibrahim Ingatkan Calon Ketua PWI Aceh Utamakan Persatuan, Bukan Kepentingan Pribadi

Share this article
Wartawan senior sekaligus Plt. Ketua DKP PWI Aceh, HT Anwar Ibrahim. Foto: (Acehstandar.com).

BANDA ACEH – Menjelang pelaksanaan Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh ke -13 , wartawan senior yang juga Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Aceh, HT Anwar Ibrahim, menyerukan seluruh calon ketua agar mengedepankan persatuan, menjaga etika, dan menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Ia mengingatkan, pemilihan Ketua PWI Aceh bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan jabatan, melainkan momentum menentukan arah organisasi ke depan. Karena itu, seluruh calon diharapkan mampu menunjukkan kedewasaan, integritas, dan komitmen untuk membangun PWI Aceh secara bersama-sama.

“Jangan sampai kepentingan pribadi mengalahkan kepentingan organisasi. Kita semua memiliki tanggung jawab menjaga nama baik dan marwah PWI Aceh. Siapa pun yang nantinya terpilih, persatuan anggota harus tetap menjadi prioritas,” tegas HT Anwar Ibrahim kepada suaraaceh.net di Banda Aceh, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, perbedaan dukungan dalam sebuah kontestasi merupakan hal yang wajar. Setiap calon memiliki hak untuk berkompetisi dan menyampaikan gagasan demi kemajuan organisasi. Namun, proses tersebut harus berjalan secara sehat, tanpa saling menjatuhkan ataupun menghalalkan segala cara demi meraih dukungan.

Ia menilai, persaingan yang tidak dikelola secara bijaksana berpotensi menimbulkan perpecahan di antara anggota. Kondisi tersebut perlu dihindari karena PWI merupakan organisasi profesi yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kehormatan wartawan serta memperjuangkan profesionalisme jurnalistik.

HT Anwar secara khusus mengingatkan agar persoalan pribadi yang mungkin terjadi di antara para calon tidak dibawa ke dalam forum Konferprov. Menurutnya, masalah personal sebaiknya diselesaikan secara dewasa dan tidak dijadikan bahan untuk memperuncing perbedaan selama proses pemilihan.

“Kalau ada persoalan pribadi di antara sesama calon, jangan dibawa ke dalam Konferprov. Mari kita pisahkan urusan pribadi dengan kepentingan organisasi. Jangan karena berbeda pilihan, kita justru saling bermusuhan dan merusak hubungan persaudaraan yang sudah terbangun selama ini,” ujarnya.

Ia berharap seluruh calon beserta tim pemenangan masing-masing dapat menahan diri, menjaga komunikasi, serta menghormati mekanisme demokrasi organisasi. Dengan begitu, Konferprov PWI Aceh dapat berlangsung tertib, kondusif, dan bermartabat.

HT Anwar Ibrahim menegaskan, menjaga marwah PWI Aceh merupakan tanggung jawab seluruh anggota, bukan hanya pengurus atau calon ketua. Oleh karena itu, setiap dinamika yang berkembang menjelang Konferprov perlu disikapi secara proporsional agar tidak menimbulkan persoalan yang semakin luas.

Ia mengajak semua pihak untuk tidak terus membesar-besarkan permasalahan yang dapat merugikan organisasi. Jika terdapat perbedaan pandangan atau persoalan yang belum terselesaikan, ia mendorong agar hal tersebut dibicarakan melalui komunikasi yang baik dan sesuai dengan mekanisme organisasi.

“Jangan terus memperbesar persoalan yang justru bisa merugikan PWI Aceh. Kalau ada hal yang perlu diluruskan, mari kita selesaikan dengan kepala dingin. Berikan kesempatan kepada semua calon untuk berkompetisi secara sehat dan menawarkan gagasan terbaik bagi organisasi,” katanya.

Menurutnya, kepemimpinan PWI Aceh ke depan membutuhkan sosok yang mampu merangkul seluruh anggota, termasuk mereka yang memiliki pilihan berbeda dalam Konferprov. Perbedaan dukungan tidak boleh menjadi penghalang untuk bekerja sama setelah proses pemilihan selesai.

Ia juga berharap siapa pun yang nantinya mendapat kepercayaan memimpin PWI Aceh dapat membangun komunikasi yang terbuka, memperkuat solidaritas anggota, dan mendorong peningkatan kualitas wartawan di tengah perkembangan industri media yang semakin dinamis.

Lebih lanjut, HT Anwar mengingatkan bahwa perilaku para calon dan pendukung selama proses pemilihan akan menjadi perhatian, terutama bagi generasi muda yang kelak meneruskan estafet kepemimpinan PWI Aceh.

Menurutnya, generasi muda perlu mendapatkan teladan tentang bagaimana menjalankan demokrasi organisasi dengan menjunjung tinggi etika, menghormati perbedaan, serta mengutamakan kepentingan bersama.

Ia tidak ingin dinamika menjelang Konferprov justru meninggalkan contoh buruk bagi anggota muda yang memiliki semangat untuk berkontribusi dan membawa perubahan bagi organisasi.

“Generasi muda PWI Aceh harus kita siapkan menjadi penerus yang mampu membawa organisasi ke arah lebih baik. Mereka harus melihat bahwa perbedaan pilihan dapat disikapi dengan dewasa, tanpa harus mengorbankan persaudaraan dan kebersamaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kemajuan PWI Aceh tidak dapat bergantung pada satu orang atau satu kelompok saja. Diperlukan kerja sama seluruh anggota, komitmen menjaga profesionalisme, serta kesediaan untuk menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan masing-masing.

Karena itu, ia mengajak seluruh anggota menjadikan Konferprov sebagai momentum konsolidasi untuk memperkuat persatuan dan merumuskan langkah strategis bagi masa depan PWI Aceh.

Di akhir pernyataannya, HT Anwar Ibrahim mengajak seluruh calon ketua, tim pendukung, pengurus, dan anggota PWI Aceh untuk bersama-sama menjaga suasana menjelang Konferprov agar tetap kondusif.

Ia menekankan bahwa keberhasilan Konferprov tidak hanya diukur dari terpilihnya seorang ketua, tetapi juga dari kemampuan seluruh anggota menjaga keharmonisan dan melanjutkan perjuangan organisasi setelah proses pemilihan berakhir.

Menurutnya, perbedaan pilihan seharusnya menjadi bagian dari dinamika demokrasi yang memperkaya gagasan, bukan menjadi sumber perpecahan yang melemahkan organisasi.

“Semangat persatuan harus lebih kita utamakan saat ini. Mari kita bersatu demi PWI Aceh. Jangan sampai kepentingan sesaat membuat kita melupakan tanggung jawab bersama untuk menjaga nama baik dan marwah organisasi yang kita cintai,” pungkasnya.(*)