HeadlineNasional

BSI Siap Jalankan Amanah Presiden, Perluas Akses Rekening Masyarakat

×

BSI Siap Jalankan Amanah Presiden, Perluas Akses Rekening Masyarakat

Share this article
Petugas layanan BSI melayani nasabah di kantor cabang Bank Syariah Indonesia. BSI terus memperkuat kualitas pelayanan dan memperluas akses layanan perbankan yang aman, modern, dan inklusif bagi masyarakat. Foto: (Humas BSI)

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang mendorong masyarakat untuk memiliki rekening perbankan nasional, termasuk melalui Bank Syariah Indonesia.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menegaskan pihaknya siap menjalankan arahan Presiden dengan memperluas akses layanan perbankan bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional.

“Kami tentu menyambut baik kepercayaan dan amanah ini. BSI siap menyiapkan layanan rekening yang mudah diakses masyarakat, didukung jaringan yang luas dan transformasi digital,” kata Anggoro dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).

Menurut Anggoro, BSI terus mengembangkan layanan yang memungkinkan masyarakat melakukan berbagai aktivitas keuangan, mulai dari menabung, bertransaksi, berinvestasi hingga memperoleh pembiayaan sesuai prinsip syariah.

Saat ini, BSI memiliki 1.130 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Masyarakat juga dapat membuka rekening secara daring melalui layanan online onboarding pada aplikasi BYOND by BSI, sehingga tidak perlu datang langsung ke kantor cabang.

“Bagi kami, ini merupakan dorongan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman, modern, dan inklusif,” ujarnya.

Arahan Presiden Prabowo mengenai kepemilikan rekening perbankan disampaikan melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto setelah rapat di Istana Kepresidenan, Senin (7/9/2026).

Pemerintah akan mempersiapkan penyediaan rekening melalui dua bank Himbara, salah satunya BSI. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat inklusi dan literasi keuangan masyarakat.

Anggoro menyambut positif perhatian pemerintah terhadap perkembangan perbankan syariah. Menurutnya, BSI memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional, termasuk RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029.

Transformasi teknologi yang dilakukan BSI juga terus menunjukkan perkembangan. Hingga kini, jumlah customer based BSI mencapai 24,3 juta nasabah, atau bertambah 9,84 juta sejak proses merger pada 2021.

Penguatan teknologi tersebut sekaligus menopang pengembangan layanan BSI dengan dual license, yakni Sharia License dan bullion licence (Bank Emas).

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI juga terus memperluas produk dan layanan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

BSI telah dipercaya menjadi salah satu bank penyalur bantuan sosial tunai. Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai produk untuk perencanaan keuangan, termasuk tabungan emas yang dapat dimulai dari Rp50 ribu serta Tabungan Haji Muda yang juga dapat dimulai dari Rp50 ribu.

Akses layanan turut diperkuat melalui jaringan 134 ribu BSI Agen yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Dari sisi kinerja, BSI mencatat pertumbuhan positif hingga Juni 2026. Laba bersih mencapai Rp4,16 triliun, meningkat 11 persen secara tahunan. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 22 persen menjadi Rp393 triliun, sementara dana murah (CASA) mencapai Rp238 triliun.

Di sisi intermediasi, pembiayaan BSI mencapai Rp340,09 triliun, tumbuh 15,98 persen secara tahunan dan mencatat pertumbuhan di berbagai segmen bisnis.

Anggoro menegaskan semakin banyak masyarakat memiliki rekening perbankan, semakin kuat pula tingkat inklusi keuangan nasional.

“Kami meyakini semakin banyak masyarakat yang memiliki rekening bank akan semakin memperkuat inklusi keuangan nasional. BSI siap melayani sepenuh hati seluruh segmen nasabah hingga pelosok negeri,” katanya.

Ia menambahkan, BSI akan terus mendorong literasi keuangan agar masyarakat mampu menggunakan dana secara bijak, termasuk mempersiapkan investasi untuk kebutuhan masa depan seperti emas, ibadah haji, pendidikan dan kebutuhan penting lainnya.(*)