HeadlineNasional

BSI Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Green Zakat, Raih Anugerah Utama ESG 2026

×

BSI Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Green Zakat, Raih Anugerah Utama ESG 2026

Share this article
Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta menerima penghargaan Anugerah Utama Sektor Perbankan Implementasi Zakat Hijau Kampung Usaha Gula Aren Cianjur dalam ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026. Foto: (Humas BSI).

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus memperkuat komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui program Green Zakat. Program tersebut merupakan implementasi zakat produktif yang tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan modal, tetapi juga membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui Green Zakat, BSI memperkuat kapasitas masyarakat kurang mampu atau penerima manfaat zakat melalui berbagai program pemberdayaan, mulai dari pelatihan, pendampingan intensif, peningkatan kompetensi hingga penguatan tata kelola usaha. Langkah tersebut diarahkan agar kelompok usaha yang dikelola masyarakat dapat tumbuh dan berkembang secara mandiri.

Salah satu program Green Zakat yang tengah dikembangkan adalah Kampung Usaha Gula Aren di Cianjur, Jawa Barat. Program ini mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap, diawali dengan pembentukan dan penguatan kelompok usaha, pelatihan serta penyediaan permodalan. Selanjutnya, BSI bersama mitra memberikan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar hingga membantu pemenuhan aspek legalitas usaha.

Pada tahap akhir, kelompok usaha didorong mencapai kemandirian melalui penguatan tata kelola dan legalitas, sehingga mampu meningkatkan daya saing secara berkelanjutan.

Program tersebut juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya BUMDes, kelompok tani dan tokoh masyarakat. Kolaborasi ini menciptakan efek berganda yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat, tetapi juga memperkuat perekonomian lokal berbasis potensi daerah.

Melalui pemanfaatan potensi nira aren di Kabupaten Cianjur, Green Zakat BSI membangun ekosistem produksi dan pemasaran yang melibatkan petani serta produsen lokal. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa dana zakat dapat dikelola secara produktif untuk menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung kelestarian lingkungan.

Program ini telah memberikan dampak nyata dengan melibatkan 92 penerima manfaat sebagai petani aktif binaan, mendorong penjualan gula aren mencapai lebih dari Rp1,025 miliar, serta mendukung pengelolaan sekitar 49 hektare lahan aren.

Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, program tersebut juga memperkuat keterlibatan petani lokal dan menghasilkan produk gula aren bernilai tambah yang memiliki daya saing di pasar.

Atas implementasi program tersebut, BSI meraih Anugerah Utama Sektor Perbankan Implementasi Zakat Hijau Kampung Usaha Gula Aren Cianjur dalam ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026.

Penghargaan tersebut diterima oleh SVP ESG BSI, M. Syukron Habiby. Penghargaan menjadi bentuk apresiasi terhadap perusahaan yang dinilai berhasil mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Wakil Direktur Utama BSI, Bob T Ananta, mengatakan peran BSI tidak hanya sebagai mitra finansial, tetapi juga sebagai sahabat sosial dan lingkungan melalui optimalisasi Green Zakat.

> “Inilah yang menjadi peran BSI yang tidak hanya mitra finansial, melainkan sebagai sahabat sosial dan lingkungan melalui optimalisasi Green Zakat. Di sinilah kami hadir mengembangkan zakat untuk umat yang tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi hijau yang berkelanjutan,” ujarnya.

 

Ke depan, BSI akan terus memperluas implementasi Green Zakat melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal di sejumlah daerah.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen perseroan untuk memperkuat ekonomi umat sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui penerapan keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan.(*)