BeritaHeadline

Tgk Azilul Nazirna Di Tiro Ajak Masyarakat Aceh Hadiri Zikir, Doa Bersama dan Orasi Kebangsaan pada 15 Agustus 2026

×

Tgk Azilul Nazirna Di Tiro Ajak Masyarakat Aceh Hadiri Zikir, Doa Bersama dan Orasi Kebangsaan pada 15 Agustus 2026

Share this article
Tgk. Azilul Nazirna Di Tiro menyampaikan seruan kepada masyarakat Aceh untuk menghadiri kegiatan zikir, doa bersama, dan orasi kebangsaan yang akan digelar di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada 15 Agustus 2026. Foto: (Media Sosial)

PIDIE – Tgk Azilul Nazirna Di Tiro mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk menghadiri kegiatan zikir, doa bersama, dan orasi kebangsaan yang akan digelar pada 15 Agustus 2026 di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Ajakan tersebut disampaikan melalui pernyataan terbuka yang ditujukan kepada seluruh masyarakat Aceh. Dalam pesannya, ia mengajak masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh untuk hadir dan bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT demi keselamatan, kedamaian, serta masa depan Aceh yang lebih baik.

Menurut Azilul, kegiatan tersebut bukan dimaksudkan sebagai ajang provokasi ataupun untuk menciptakan situasi yang dapat mengganggu ketertiban umum. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa acara tersebut merupakan wadah bagi masyarakat untuk bermunajat kepada Allah SWT sekaligus menyampaikan aspirasi secara damai.

“Acara ini bukan sebuah ajang provokasi. Ini adalah bentuk kesadaran kolektif bangsa Aceh terhadap berbagai dinamika yang terjadi di Aceh saat ini. Mari kita hadir untuk berzikir, berdoa, dan memohon kepada Allah SWT agar Aceh senantiasa diberikan keberkahan dan kesejahteraan,” ujar Azilul.

Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat menjadi ikhtiar spiritual agar Allah SWT memberikan jalan keluar atas berbagai persoalan yang dihadapi Aceh, sekaligus mengembalikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat.

Azilul juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak mewakili kepentingan individu maupun kelompok tertentu. Menurutnya, acara itu diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi Aceh dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

“Kegiatan ini bukan untuk kepentingan Tengku Fadri Krung, bukan untuk kepentingan Abi Wahid, bukan untuk kepentingan Abi Muslim At-Thahiri, dan juga bukan untuk kepentingan saya pribadi. Ini adalah ruang yang kami fasilitasi bagi bangsa Aceh untuk berkumpul dalam doa serta menyampaikan aspirasi secara damai,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Azilul mengajak masyarakat untuk tetap menjaga suasana yang aman, damai, dan tertib selama pelaksanaan kegiatan. Ia meminta seluruh peserta menghormati aturan yang berlaku dan menghindari tindakan yang dapat memicu konflik.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang akan datang dari berbagai daerah agar berhati-hati selama perjalanan menuju Banda Aceh. Menurutnya, keselamatan peserta merupakan hal yang harus menjadi perhatian utama.

“Kami mengimbau seluruh saudara-saudara yang datang dari berbagai daerah agar mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga keselamatan selama perjalanan, dan tiba di lokasi kegiatan dengan baik,” ujarnya.

Bagi peserta yang membawa atribut atau simbol tertentu, Azizul meminta agar penggunaannya dilakukan secara tertib dan bertanggung jawab sehingga pelaksanaan kegiatan tetap berlangsung kondusif.

Selain itu, ia berharap aparat keamanan dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengikuti kegiatan secara damai sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi sepanjang dilakukan secara tertib dan menghormati hukum.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta berbagai komponen bangsa Aceh untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut sebagai momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan.

“Kami mengajak seluruh bangsa Aceh untuk bermunajat kepada Allah SWT agar daerah ini dijauhkan dari segala mara bahaya, musibah, dan bencana. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kedamaian, keberkahan, kesejahteraan, serta masa depan yang lebih baik bagi Aceh,” tuturnya.

Rencananya, kegiatan zikir, doa bersama, dan orasi kebangsaan tersebut akan dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada 15 Agustus 2026 dengan melibatkan masyarakat dari berbagai wilayah di Aceh. (*)