BANDA ACEH – Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, S.T., menegaskan bahwa majelis taklim memiliki peran strategis sebagai pilar ketahanan keluarga Islami. Hal tersebut disampaikannya dalam Reses II Masa Persidangan III Tahun 2026 yang diikuti ratusan ibu-ibu perwakilan 17 majelis taklim se-Kecamatan Kuta Alam di Aula Bapelkes Aceh, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan reses tersebut turut dihadiri jajaran Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh, serta narasumber pembinaan Tahsin Al-Qur’an. Selain menjadi ajang silaturahmi, forum itu juga dimanfaatkan sebagai wadah menyerap aspirasi masyarakat, khususnya para peserta program pembinaan Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an.
Farid menjelaskan, program Tahsin Al-Qur’an telah diinisiasinya sejak 2015 saat menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRK Banda Aceh. Awalnya program tersebut hanya menjangkau tiga majelis taklim, namun kini berkembang menjadi 17 majelis taklim. Selain itu, telah terbentuk enam kelompok tahfidz ibu-ibu yang semakin memperkuat peran majelis taklim dalam membangun keluarga Qur’ani.
“Majelis taklim bukan hanya wadah pengajian, tetapi juga pilar ketahanan keluarga. Melalui pembinaan Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an, kita ingin melahirkan keluarga Qur’ani yang kokoh menghadapi tantangan zaman,” ujar Farid.
Menurutnya, ketahanan keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
“Ketahanan keluarga adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat yang berakhlak mulia. Peran ibu-ibu majelis taklim sangat vital, karena dari keluargalah lahir generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak. DPRK Banda Aceh akan terus mendukung program-program yang memperkuat peran majelis taklim sebagai benteng moral dan spiritual masyarakat,” kata Ketua DPD PKS Banda Aceh tersebut.
Salah seorang peserta, Nuraini dari Majelis Taklim Gampong Kuta Alam, mengapresiasi keberlanjutan program Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an yang telah berjalan selama satu dekade.
“Kami sangat merasakan manfaat dari program Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an yang diinisiasi oleh Ustadz Farid Nyak Umar. Selain memperbaiki bacaan Al-Qur’an, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antar ibu-ibu. Harapan kami, program ini terus berlanjut dan semakin diperkuat, agar keluarga kami lebih siap dalam mengantisipasi dampak negatif dari kemajuan teknologi,” ujarnya.
Dalam forum reses tersebut, para peserta juga menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya penguatan pengajian bagi remaja dan orang tua di tingkat gampong, pembekalan keluarga bagi pasangan muda, optimalisasi fungsi masjid sebagai pusat pembinaan TPA dan remaja masjid, serta peningkatan edukasi pendidikan Islami bagi anak-anak.
Farid menegaskan seluruh aspirasi tersebut akan menjadi perhatian DPRK Banda Aceh untuk ditindaklanjuti bersama pemerintah kota melalui program-program yang mendukung penguatan ketahanan keluarga dan pembinaan generasi muda.
Reses ini sekaligus mempertegas pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan DPRK Banda Aceh dalam memperkuat peran majelis taklim sebagai pusat pembinaan keagamaan dan pembentukan keluarga Qur’ani yang tangguh.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Harian Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh Muhammad Syarif, S.H.I., M.H., Sekretaris Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh Zahrul Fuadi, S.IP., Kepala Bidang Dakwah DSI Marzuki, serta Koordinator Majelis Taklim Kecamatan Kuta Alam Santi Zuhra.(*)












