REDELONG – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang dipimpin Syahrial dalam memperbaiki secara swadaya akses Jalan Enang-Enang yang rusak parah akibat banjir dan tanah longsor pada akhir November tahun lalu.
Apresiasi tersebut disampaikan Tito saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah, Selasa (7/7/2026). Rapat berlangsung di Pendopo Bupati Bener Meriah dan dihadiri Kepala Posko Wilayah PRR Dr. Safrizal, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat.
Tito mengatakan, setelah berdialog dengan tokoh masyarakat, ia memahami alasan warga memilih memperbaiki jalan secara swadaya. Jalur alternatif yang tersedia dinilai terlalu jauh sehingga meningkatkan biaya transportasi dan menyulitkan aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Dari komunikasi saya dengan tokoh masyarakat, mereka menyampaikan bahwa jalur alternatif sangat jauh dan menyebabkan naiknya pengeluaran warga,” kata Tito.
Selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra, Tito menegaskan pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan segera memperkuat struktur Jembatan Enang-Enang yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Ia mengungkapkan, apabila tidak ada kendala, Menteri Pekerjaan Umum dijadwalkan meninjau langsung kondisi jembatan dan ruas jalan Enang-Enang pada Rabu (8/7/2026) guna memastikan langkah penanganan yang akan dilakukan.
Sembari menunggu proses rehabilitasi, pemerintah memberlakukan pembatasan lalu lintas di ruas tersebut. Jembatan hanya dapat dilintasi pejalan kaki, sepeda motor, dan kendaraan roda empat, sedangkan kendaraan roda enam atau lebih untuk sementara dilarang melintas demi menjaga keselamatan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Ir. Zulkarnaini, menjelaskan bahwa langkah penanganan darurat telah dilakukan dengan memasang besi penyangga di bagian bawah jembatan guna memperkuat struktur yang ada.
Selain itu, pemerintah juga akan memasang beton sheet pile sebagai penguat tambahan agar jembatan tetap aman digunakan selama proses rehabilitasi berlangsung.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkarnaini juga memaparkan rencana pembangunan jalur alternatif Werlah–Simpang Lancang. Pada ruas tersebut akan dibangun beberapa jembatan, termasuk satu jembatan utama sepanjang sekitar 400 meter dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp700 miliar. Proyek tersebut direncanakan mulai dikerjakan pada 2027.
Usai rapat koordinasi, Mendagri Tito Karnavian bersama Kepala Posko Wilayah PRR Dr. Safrizal, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar, dan Plt Kepala BPJN Aceh Ir. Zulkarnaini meninjau langsung lokasi Jembatan Enang-Enang.
Meski diguyur hujan lebat, rombongan tetap menemui Syahrial dan warga yang berada di lokasi. Dalam kesempatan itu, Tito menyampaikan apresiasi secara langsung kepada Syahrial atas inisiatifnya menggerakkan masyarakat memperbaiki akses jalan demi kelancaran mobilitas warga.
Ia menegaskan pemerintah berkomitmen mempercepat penanganan Jembatan Enang-Enang agar kembali aman dilalui masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut dapat pulih secara optimal.(*)












