BANDA ACEH — Suasana penuh warna dan keceriaan terlihat dalam pelaksanaan lomba mewarnai bagi anak-anak tingkat TK dan SD/MI yang digelar di Kota Banda Aceh, Selasa (5/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang edukatif yang tidak hanya menghadirkan hiburan bagi anak-anak, tetapi juga mendorong tumbuhnya kreativitas, rasa percaya diri, serta jiwa mandiri sejak usia dini.
Puluhan peserta tampak antusias mengikuti lomba dengan menghadirkan berbagai karya penuh warna dan imajinasi. Dengan tema “Semangat Mewarnai, Mengukir Prestasi, dan Menjadi Insan yang Mandiri”, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi ruang positif bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat dan kemampuan mereka.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Hj. Efiaty Z., S.E., memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, lomba mewarnai memiliki nilai edukatif yang penting dalam mendukung proses tumbuh kembang anak, terutama dalam membentuk karakter kreatif, percaya diri, dan mandiri.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak didorong untuk berani mengekspresikan imajinasi mereka. Ini penting sebagai bagian dari proses tumbuh kembang yang kreatif dan mandiri,” ujar Efiaty di sela kegiatan.
Ia menilai kegiatan seperti ini perlu terus didorong dan diperbanyak karena mampu menjadi media pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak.
Selain melatih kreativitas, kata Efiaty, anak-anak juga belajar mengenai ketekunan, fokus, disiplin, serta keberanian untuk tampil dan menunjukkan hasil karya mereka di hadapan orang lain.
Lebih lanjut, Efiaty menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dan guru dalam mendukung perkembangan anak sejak usia dini.
Menurutnya, dukungan moral, bimbingan, dan motivasi yang diberikan secara konsisten akan menjadi fondasi penting bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi generasi yang berdaya saing dan memiliki karakter positif.
“Peran orang tua dan guru sangat besar dalam membentuk kepercayaan diri anak. Ketika anak merasa didukung, mereka akan lebih berani berkembang dan menunjukkan potensinya,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, S.Pd., M.Pd., jajaran dinas terkait, serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Ridhwan, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, panitia menyampaikan bahwa lomba mewarnai bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi anak-anak.
Melalui kegiatan itu, peserta diajak belajar mengenai keberanian mencoba, menghargai hasil karya sendiri maupun karya teman-temannya, serta membangun semangat untuk terus belajar dan berprestasi.
“Dari aktivitas sederhana seperti mewarnai, anak-anak belajar membangun kepercayaan diri dan semangat untuk terus berprestasi,” ujar perwakilan panitia.
Panitia juga mengingatkan bahwa kemenangan bukan menjadi tujuan utama dalam kegiatan tersebut. Anak-anak yang belum meraih juara diharapkan tetap semangat dan terus mengembangkan kreativitas mereka.
Menurut panitia, setiap anak memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda, sehingga kegiatan seperti ini lebih menitikberatkan pada proses belajar dan pengalaman positif bagi peserta.
“Yang paling penting adalah anak-anak berani tampil, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan menikmati proses belajar dengan gembira,” tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak meriah dan penuh antusiasme. Para peserta terlihat fokus menuangkan warna dan imajinasi mereka pada lembar gambar yang telah disediakan panitia.
Beragam karya kreatif yang dihasilkan anak-anak mencerminkan dunia penuh warna, harapan, dan cita-cita mereka di masa depan.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan anak-anak Banda Aceh semakin termotivasi untuk terus berkarya, percaya diri, serta tumbuh menjadi generasi yang kreatif, mandiri, dan berprestasi.(*)













