HeadlineParlementaria

Anggota DPRK Aceh Besar Ajak Masyarakat Perangi Narkoba

×

Anggota DPRK Aceh Besar Ajak Masyarakat Perangi Narkoba

Share this article
Anggota DPRK Aceh Besar, Dr. Yusran Yunus. Foto: (Humas DPRK Aceh Besar).

ACEH BESAR — Ancaman penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Aceh Besar dinilai masih menjadi persoalan serius yang memerlukan perhatian dan penanganan bersama dari seluruh elemen masyarakat. Untuk itu, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar mengajak masyarakat agar lebih aktif berperan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Anggota DPRK Aceh Besar, Dr. Yusran Yunus, menegaskan bahwa perang terhadap narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum semata, melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah, tokoh masyarakat, hingga keluarga.

“Penyalahgunaan narkoba adalah ancaman nyata yang dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan generasi muda, serta mengganggu stabilitas sosial di tengah masyarakat. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama dan berkelanjutan,” ujar Yusran, Sabtu (28/3/2026).

Menurutnya, langkah paling efektif dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba adalah melalui edukasi dan sosialisasi yang masif kepada masyarakat, terutama kalangan remaja dan generasi muda. Ia menilai, pemahaman yang baik mengenai bahaya narkoba akan menjadi benteng awal dalam mencegah seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan zat terlarang tersebut.

Yusran menjelaskan, narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental pengguna, tetapi juga memiliki efek domino terhadap kehidupan sosial dan ekonomi. Banyak kasus menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba kerap berujung pada tindakan kriminal, putus sekolah, hingga rusaknya hubungan keluarga.

“Kalau kita lihat, dampaknya bukan hanya pada individu, tetapi juga pada keluarga dan lingkungan sekitar. Ini yang harus kita cegah bersama sejak dini,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dengan cara saling mengingatkan dan mengawasi. Menurutnya, peran masyarakat sangat penting dalam mendeteksi dini adanya indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan tempat tinggal.

“Jangan apatis. Jika ada tanda-tanda penyalahgunaan narkoba di sekitar kita, segera laporkan kepada pihak berwenang. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita bersama untuk menjaga generasi muda,” ujarnya.

Selain itu, Yusran menekankan pentingnya peran keluarga sebagai garda terdepan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Ia menyebutkan bahwa komunikasi yang baik antara orang tua dan anak dapat menjadi kunci dalam membangun ketahanan keluarga terhadap pengaruh negatif lingkungan.

“Keluarga adalah benteng pertama. Orang tua harus lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, memberikan perhatian, serta menanamkan nilai-nilai agama dan moral sejak dini,” katanya.

Lebih lanjut, Yusran juga mendorong agar lembaga terkait, baik pemerintah daerah, aparat penegak hukum, maupun instansi pendidikan, terus meningkatkan pendekatan edukatif dalam upaya pencegahan narkoba. Program sosialisasi, penyuluhan, serta kegiatan positif bagi generasi muda dinilai perlu diperluas dan dilakukan secara berkelanjutan.

Ia menilai bahwa pendekatan yang humanis dan edukatif akan lebih efektif dalam membangun kesadaran masyarakat dibandingkan hanya mengandalkan penindakan hukum semata.

“Kita tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pencegahan. Edukasi harus terus digencarkan agar masyarakat memahami bahaya narkoba dan tidak terjerumus,” jelasnya.

Yusran Yunus berharap adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, DPRK, aparat keamanan, serta masyarakat dalam merumuskan strategi pencegahan narkoba yang lebih komprehensif.

Ia juga menilai pentingnya melibatkan tokoh agama dan tokoh adat dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, mengingat peran mereka yang cukup besar dalam membentuk pola pikir dan perilaku masyarakat.

“Kolaborasi semua pihak sangat penting. Kita harus bergerak bersama agar Aceh Besar terbebas dari ancaman narkoba,” katanya.

Politisi PAN ini juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba bukan hanya masalah individu, tetapi merupakan persoalan sosial yang dapat mengancam masa depan daerah. Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama untuk menjadikan Aceh Besar sebagai wilayah yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba.

Yusran kembali mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak lengah dan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran narkoba di lingkungan sekitar.

“Perangi narkoba mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Jika kita semua bersatu, insya Allah kita bisa melindungi generasi muda dan masa depan Aceh Besar,” pungkasnya. (*)