HeadlineRagam

Sekda Aceh Buka Raker Kagama, Tegaskan Peran Strategis Alumni untuk Pembangunan Berkelanjutan

×

Sekda Aceh Buka Raker Kagama, Tegaskan Peran Strategis Alumni untuk Pembangunan Berkelanjutan

Share this article
Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menyampaikan sambutan saat membuka Rapat Kerja dan Silaturahmi Kagama Aceh di Banda Aceh, Sabtu (2/5/2026). Foto: (Humas Aceh).

BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, secara resmi membuka Rapat Kerja (Raker) dan Silaturahmi Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Aceh yang digelar di Gedung Landmark Bank Syariah Indonesia, Banda Aceh, Sabtu (2/5/2026).

Dalam sambutannya, M. Nasir yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Kagama Aceh menegaskan bahwa alumni UGM memiliki tanggung jawab moral dan intelektual yang besar dalam mendorong kemajuan daerah. Ia menilai Kagama bukan sekadar wadah silaturahmi atau temu kangen, tetapi merupakan simpul kekuatan pemikiran dan aksi nyata yang dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan Aceh.

“Sebaran alumni UGM di berbagai sektor mulai dari pemerintahan, dunia usaha, hingga akademisi merupakan potensi besar yang harus disinergikan. Kita perlu merajut kolaborasi agar potensi ini mampu bertransformasi menjadi energi kolektif demi terwujudnya Aceh yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar M. Nasir.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa Kagama Aceh selama ini telah menunjukkan kiprah nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang kemanusiaan. Sejak bencana gempa dan tsunami Aceh pada awal 2005, Kagama telah berada di garis depan dalam berbagai aksi tanggap darurat.

“Kagama Aceh tidak hanya hadir dalam bentuk gagasan, tetapi juga aksi nyata. Kami terlibat langsung dalam penyaluran bantuan, menjadi relawan, hingga berkontribusi dalam pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak, termasuk di Aceh Tamiang,” jelasnya.

Selain itu, kontribusi Kagama juga terlihat dalam sektor pendidikan. Sejak Agustus 2023, organisasi ini secara konsisten menjalankan program Beasiswa Asuh bagi anak-anak di Aceh sebagai bentuk komitmen dalam mendukung keberlanjutan pendidikan generasi muda.

M. Nasir berharap, melalui rapat kerja ini, seluruh program yang dirumuskan tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat secara konkret dan terukur. Ia juga menekankan pentingnya penguatan internal organisasi agar Kagama Aceh semakin solid, adaptif, dan responsif terhadap dinamika zaman.

“Saya berharap raker ini melahirkan program-program yang aplikatif dan berdampak langsung. Mari kita jadikan Kagama Aceh sebagai mitra strategis pemerintah daerah, sekaligus bagian dari solusi atas berbagai tantangan pembangunan di masa depan,” pungkasnya. (*)